Kayaknya dua minggu lalu itu benar-benar waktuku untuk berpesta kuliner hehehe..
Setelah Jumatnya makan bebek leko, Minggu-nya, setelah pelayanan di Gereja Yohanes Pemandi, aku dan teman-teman choir-ku brunch (breakfast + lunch) wader goreng + sambal lalap di Kedai Kincir. Itu adalah sebuah kedai/warung di kawasan Ketintang (atau Injoko, ya ?) , di dekat pintu kereta api yang sering makan korban (karena tidak ada palangnya).
Warung ini sudah cukup lama buka di situ. Entah dari kapan, yang pasti jaman aku kuliah aku sering banget makan di situ. Tempatnya tidak berubah sama sekali, artinya masih tetap sederhana seperti dulu. Kita bisa memilih duduk atau lesehan. Di belakang warung terdapat kali kecil. Mungkin di sana lah sumber ikan wader mereka (uff.. don’t wanna thing what those fishes eat!) Assik juga makan ditemani gemericik air kali
Menu andalan Kedai Kincir adalah wader goreng + sambal lalap. Wader adalah ikan kecil-kecil, mirip dengan ikan gatul. Walau kecil, ikan ini gurih. Jadi, kalau digoreng kering tentu saja …. hmmm.. kress.. kress. Nah, dicocol dengan sambal terasi jadi tambah… slurppp
Gorengan wader inilah yg sempat membumbungkan nama Kedai Kincir. Apalagi harga yang dipatok tidak terlalu mahal, 6K IDR untuk wader + sambal lalapan. Sayangnya, sambal terasinya kurang mantap, terlalu banyak tomat. Dan, kalau tidak salah, sambalnya ini tidak customize. Jadi hanya ada satu rasa pedas saja. Atau mungkin akunya yang tidak minta ya ?? hehe.. my fault then
Lalapannya cukup asik: timun, kemangi, daun singkong, daun pepaya, dan kenikir. Jadi, bisa dibilang makan di sini sudah memenuhi 4 sehat.
Selain itu, yang bisa dikatakan menjadi kekhasan, di sini pelanggan bisa mengambil nasi sepuasnya hanya dengan 3K IDR, boleh tanduk pula. So.. buat perut-perut gembul *nunjuk diri sendiri* pastilah tidak rugi
Nasi yang ditawarkan pun ada 3 macam: nasi putih, nasi gurih (= nasi uduk), dan nasi jagung. Jelas, aku mengambil nasi gurih campur nasi jagung… kalau nasi putih, mah… di rumah banyaaaaakk
Selain wader goreng, ada beberapa alternatif lauk, a.l. patin bakar, ayam goreng, gurami goreng, juga bermacam botok. Ada botok tahu, botok teri, botok udang, juga botok telur asin (this is my favorite .. )
Meski ukurannya jauh lebih kecil dari jaman aku masih hobi makan di sini, tapi rasa botok telur asinnya tetap OK. Tidak seenak buatan rumah tentu saja, secara kalau di rumah bumbunya pasti berlimpah. Tapi makan botok telur asin dengan nasi jagung hangat.. wuiih, enak tenan!
Sebagai pereda dahaga (dan pencegah keseretan hehe) aku memilih minum es degan. Rupanya mereka cukup pintar menyiasati kualitas degan yg sedikit tua, yaitu dengan memarutnya hingga seperti bentuk cendol atau mie pendek. Jadi, meski degannya agak tua, tapi masih chewable, tidak sekeras kalau dipotong melebar. Selain itu, degan itu jadi lebih gampang diminum karena bisa melewati lubang sedotan. Sayang, degannya tidak ikut kufoto hehe
Kesimpulannya, Kedai Kincir bisa dijadikan alternatif untuk makan murah dan nikmat, apalagi jika bersama keluarga. Banyak keluarga yang kemari dengan anak-anaknya. Setelah makan, jika mau, kita bisa duduk-duduk di tepi kali sementara anak- anak pun senang melihat ikan
Personal Rating 7/10
Total Cost:
Wader + Sambal lalap 6K IDR
Nasi (free flow) 3K IDR
Es Degan 3K IDR




11 Comments
September 10, 2008 at 7:08 am
Tukang makan juga ya ternyata
Sambelnya klo kurang maknyus, bawa aja sendiri dari rumah mba
+niat bgt y klo smp ky gt+
LOL
September 10, 2008 at 9:43 am
Tukang makan ?? Jelas donk.. bisa diliat dari bentuk tubuh kok
Hahaha.. iya, niat banget kalo sampai bawa2 sambel dari rumah
September 11, 2008 at 4:09 am
fish… pass xDD lol gw makan lalapannya aja deh xD hahaha..
September 17, 2008 at 8:15 am
promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!http://www.infogue.com
http://kuliner.infogue.com/wader_goreng_kedai_kincir
September 22, 2008 at 6:12 am
sayang kalinya kotor Cit, tapi lumayan sambil nikmati sepur yg lewat….
kangen selalu ma wader klw ke sby
September 22, 2008 at 7:02 am
wah iya ini wader goreng kedai kincir top deh cit.. aku juga sering kesitu… kapan2 janjian yooookk….
September 22, 2008 at 8:23 am
2Wahyu: Yup, kalinya kotor. Moga2 sih wadernya ga ngambil dari kali situ ya…
2Raras: ayoookk…
October 14, 2008 at 10:34 pm
Wah mantap tuh…. bisa tolong jelasin lokasi pastinya ga mas? tar kalau pulang ke Surabaya pengen nyobain.
October 16, 2008 at 3:47 am
2Rizal: Lokasi pastinya rada susah, karena ini warung di tepi jalan. Setauku di daerah Ketintang Selatan, persis di sebelah pintu rel kereta.
December 19, 2008 at 4:39 am
iya nih cit, jelas kita penasaran juga, soalnya aku juga punya warung wader sih, konsepnya sama, mungkin penghasilannya yang beda … itung – itung bisa nambahin beli honda jazz gitu . . . .
December 19, 2008 at 8:24 am
2Acun & semua yg penasaran lokasi wader goreng:
ya maap… aku jg udah ublek2 wikimapia tp tetep warungnya ga keliatan tuh dari satelit *ya iyaaaaalaaah..* hehe.. ntar kapan2 kalo kesitu lg aku catetin deh alamatnya, lengkap sama kode posnya sekalian hihihi