
Foto ini judulnya “Cahaya Surga” hahaha.. bagus, ya? No editing lho. Aku iseng2 aja ngambilnya. Pas itu lagi jalan2 di venue Simposium, Bukit Doa Mahawu. Bukit ini sebenarnya digunakan sebagai jalan salib, ritual umat Katolik yang napak tilas kisah sengsara Yesus dengan menelusuri 14 stasi sambil berdoa dan membaca bacaan injil.
Kata temanku yang sempat jalan salib di sini, medannya cukup menantang dan setiap stasi terdapat patung seukuran manusia yang menceritakan kisah sengsara Yesus. Aku cuma sempat ke 2 stasi terakhir, yaitu Yesus Wafat di Kayu Salib dan Yesus Diturunkan dari Kayu Salib. Setelah 2 stasi itu, peziarah akan melewati lorong gua buatan yang ceritanya adalah makam Yesus. Serem euy…


Di atas gua terukir ayat2 kitab suci. Lalu di ujung lorong yang lain ada kolam dengan jembatan yang mengarah ke Gua Maria.


Hal menarik lain adalah, venue ini punya colloseum. Bangunan ala jaman romawi yang dulu sih dipakai untuk gladiator atau teater di alam terbuka. Dan, daya tarik utamanya, kalau versiku, adalah kapel.

Pemandangan sekitar kapel aja begitu indah. Dengan tanaman hijau berbunga kuning terhampar di sekitar kapel, juga background Gunung Lokon yang TOP BGT, OMG.. benar2 kayak di manaaa gitu. Belum lagi kapelnya sendiri. Bangunannya unik, bentuknya kubah asimetris. Luarnya dari besi, tapi dalamnya full kayu.

Bentuk kubahnya itu membuat kapel ini perfect untuk tempat konser. Di dalam, kursi2 disusun ala teatrikal, menurun ke depan hingga mencapai altar. Di belakang altar langsung terhampar pemandangan indah.. Gunung Lokon. Patung Salib Yesusnya rada aneh sih menurutku. Tanpa palang melintang, Yesus terkesan seperti terbang. Tapi nyeni juga lah hehehe.

Masih di Bukit Mahawu, namun tidak naik ke Bukit Doa, ada satu tempat bernama Kelong. Di sini kami berlatih bersama Prof de Quadros untuk konser pembukaan. Secara garis besar, tempat ini mirip taman sih. Ada satu bangunan utama dan beberapa gazebo. Di tepi2 bangunan ada kolam ikan. Wah, cuantiiiikk-nya bukan main. Nggak heran kalau tempat ini sering disewa untuk acara resepsi pernikahan. Susah buat ngungkapin dengan kata2. Mungkin beberapa foto ini lebih mampu menceritakan keindahannya.




Special Thanks to Krizia, Whema, dan Ce Diana yg sudah bolehin aku pake beberapa foto mereka


Kapel OK poooll..eman bocoran pas ujan..hahahahha..
hahaha… iyo, eman bocor.. tp akustiknya TOP deh
tempat yg indah…
aq ku jg pernah k sana
yup.. a beautiful place for sure
All, aku mau ngadain gathering teman2 SMA disini.
Mohon pencerahan :
1. apakah kesini harus buking jauh2 hari? Contact # nya ada nda?
2. bermasalah tidak jika ada umat lain main ke tempat ini, karena pada dasarnya kami cuma outing dan berharap ada tempat teduh menghindari hujan/panas
3. kapasitas outdoornya bisa berapa orang yach?
Sebelumnya makasih banyak ne…
Hai, Tieke…
Jujur aku jg nggak tau pasti gimana booking di sini karena acara TICC kemaren kita cuma jd peserta, nggak ikut ribet urus2 tempat.
Aku sempet browsing, sih, ini ada no telp + emailnya:
telp: 0431 3358833
email :ziarahmahawu@yahoo.com
ini dari blog-nya jalan salib mahawu, kayaknya sih blog resmi mereka, tp terkahir update 2009.. moga2 nomer kontaknya masih sama
Hebat. Liputan tentang Bukit Doa Mahawu. Saya suka foto-fotonya yang sangat insah dan kreatif.
Informasi terakhir, chapel sering dipakai untuk wedding pasangan-pasangan dari Jakarta, Manado dan sekitarnya. Berikut Alamanda Retreat sering dipakai untuk meeting, kompetisi, seminar dll.
Silahkan menghubungi kami di 0431 3358833 atau 081356201198.
thank you info-nya.. kebetulan sebelumnya ada yg tanya tuh