“Extravaganza masuk 10 acara TV tak layak tayang”

Pasti sudah banyak yang mengetahui berita itu, aku saja yang telat dan baru dengar hari ini ketika baca sepintas koran lokal. Menurut KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), acara itu banyak mengandung unsur kekerasan secara fisik maupun verbal yang vulgar. Sebelum ini pun KPI juga melarang iklan salah satu produk provider seluler yang ‘kawin dengan monyet’ karena dianggap merendahkan martabat manusia.

Mungkin gara-gara terimbas isu bensin naik, jadinya semua hal dianggap terlalu serius. Menurutku, iklan itu bener-bener lucu. Bayangkan, ada orang yg kawin sama monyet gara2 janjinya sendiri!! dan yg bikin lucu tentu saja tingkah monyetnya itu. Apalagi yg episode si monyet di’poligami’ dengan kambing :)) Apakah merendahkan martabat manusia ?? Menurutku sih, khusus untuk iklan ini: TIDAK. Kenapa ? karena semua orang juga sudah tau bahwa “itu cuma lelucon!” Hal itu sudah sangat nyata tidak masuk akal sehingga orang-orang yg melihatnya (seharusnya) langsung tahu bahw itu lelucon. Kecuali… memang benar-benar ada orang yg menikah dengan monyet (is there any ?)

Sama halnya dengan Extravaganza, acara yg dibuat untuk membuat orang tertawa. Memang dalam candanya, terkadang mereka menghina satu sama lain. Tapi, menurutku … selama yg dihina mengganggap itu bukan hinaan, mengapa orang lain yg harus kebakaran jenggot ? Terkadang juga terdapat selipan-selipan yg agak-agak nakal. Menurutku sih, itu masih dalam konteks wajar.

Jika yg ditakutkan adalah akan berdampak buruk bagi (ditiru) anak-anak, solusinya tentu saja cuma satu: jangan biarkan anak-anak menonton! Toh itu memang acara untuk orang dewasa (at least Parental Guide), ditayangkannya saja jam 7 malam, waktu di mana anak-anak seharusnya belajar bukan nonton TV. Kalau ternyata anak-anak menonton, sebenarnya siapa sih yg harus disalahkan ? acara TV-nya ? atau orang tuanya yg membiarkan mereka menonton (dan tidak belajar) ?

Jika keputusan itu diambil karena KPI menganggap banyak orang yg terhina dengan lelucon-lelucon itu… saranku cuma satu… mungkin orang-orang itu perlu banyak istirahat karena tll stress. Lelucon-lelucon itu dilontarkan antar pemain, bukan dari pemain untuk penonton/pemirsa. jadi, itu direct dialog bukan pernyataan, don’t take it personally. Lagipula, bukankah orang yg hebat adalah orang yg mampu menertawakan dirinya sendiri ? Sangat memprihatinkan melihat bangsa ini tumbuh menjadi bangsa yg gampang terluka, gampang tersinggung, gampang emosi. Ketika seseorang merasa nyaman dengan dirinya, maka ia bisa melihat kelemahannya menjadi sesuatu yg ringan, bukan sesuatu yg menakutkan yg harus disembunyikan. Ia tahu kelemahannya, mau mengakuinya, dan berusaha memperbaiki. Bukannya menyembunyikan dan marah (karena takut ditertawakan ?) saat kelemahan itu diketahui orang lain.

Jika karena Aming yg berpakaian terlalu sexy… @_@ capeeeekkk deeeeh😀 Emang ada ya yang -maaf- horny melihat Aming dandan kayak ondel-ondel gitu ?!?!

Jika alasannya karena tidak suka dengan acara itu.. saranku ya.. jangan lihat hehe😀

Sedangkan untuk iklan itu, di luar konteks bahwa isinya memang pure lelucon (dalam konotasi positif), iklan itu jg mengajarkan dua hal yg tearamat baik bagi anak-anak (dan kita): Jangan obral janji! dan Tepati Janjimu! Andai para politikus kita menonton iklan ini di amsa kecil mereka, mungkin mereka akan ketakutan untuk obral janji😀

Ayolah, Indonesia.. mana selera humormu ?!

ps: aku tidak membahas tayangan lain yg berada dalam daftar 10 acara tv tak layak tayang itu. juga tidak membahas kemungkin alasan-alasan lain Extravaganza masuk dalam daftar itu. krn aku cuma ingin mempertanyakan kemana hilangnya selera humor kita