Hhhh…

kayaknya hari ini aku sudah berpuluh-puluh kali menghela nafas, antara sebel sama diri sendiri dan menyesali ‘kesialan’ku.

Sejak BBM naik, aku berencana untuk berhemat dengan caraku sendiri. Aku punya kecenderungan untuk ngebut kalau naik mobil. ya.. tidak yang ngebut sekali, tapi at least di atas 60 km/jam lah. Nah, terus aku ingat pelajaran IPA waktu SMP bahwa mesin mobil bekerja paling efektif pada kecepatan 45-50 km/jam atau gigi 3 dengan RPM 2000. Karena itu aku berniat eksperimen untuk membuktikan teori itu. Kalau benar kan, lumayan bisa irit bensin🙂


So.. sejak kemarin Senin, aku mengendarai mobil dengan kecepatan 50km/jam. Karena hari ini aku ngajar pagi, maka aku pun berangkat lebih pagi (sekalian mau ambil dagangan brownies di rumah teman). Tetap dengan kecepatan yg tak lebih dari 50 km/jam itu, sambil senyum-senyum sendiri mendengarkan siaran radio tergokil di Surabaya, melajulah mobilku hingga Mayjend. Di sana lumayan padat lah, walau jauh dari kategori macet. Aku pun mengikuti mobil di depanku, Toyota Innova. dia ke kiri aku ke kiri, dia ke kanan aku jg ke kanan. Pas sampai perempatan di depan TVRI, mobil ini ambil kanan dan aku pun ambil kanan karena ternyata di depan ada mobil or something (aku lupa). Baru saja mata lepas dari spion, tiba-tiba Innova itu mengerem mendadak! Sangat mendadak!! Aku pun injak rem keras-keras. tapi ternyata remku (yg memang kadang-kadang tiba-tiba pakem) tiba-tiba tidak segesit biasanya. I’m like “uh-oh!!” dan.. DHHHAAARRRRRR !!! kutabraklah bemper besi innova itu!. Hasilnya ??? Mobilku ringsek!!!! huhuhuhuhu :((

Hhhh… SIM & STNK sempet dibawa polisi sih.. Thank God papa dan bro-ku datang, dan akhirnya merekalah yg bereskan masalah dengan orang itu (yg nyetir Innova ternyata supir) dan polisi. Tapiiii…. mobilku masuk bengkel dan biayanya .. sekitar 1,5 jt!! bhuuuhuuuhuuuu :((

Hhh… temanku nyeletuk begini: “Makanya jangan lambat-lambat nyetirnya. Biasanya ngebut kan gak apa-apa, sekarang pelan justru malah nabrak.”

Komentar yg nyebelin, kan ?! Tapi kalau dipikir-pikir … bener juga :-S Ternyata tidak selamanya jargon “Biar Lambat Asal Selamat” itu berlaku. Gara-gara mau hemat BBM eh .. malah keluar duit lebih banyak. Nassssiiiiiibbbb…. nasssiiiiibbbbbb😦