Iya.. betul… she’s the same mama yg sering aku keluh-kesahkan, yg sering bikin sebel dan BT. Lagian, mana mungkin sih kita ganti ibu ? Kalo ganti bapak.. nah itu masih mungkin LOL😀 Anyway, by the way, bus way… dibalik kesebelanku, sebenarnya aku mengagumi sosok wanita dalam hidupku ini. (Episode serius dimulai)

Mamaku bernama lengkap drh. Angela Merici Trinur Hajati, MSc. Buat yg mau kasih undangan ke mama, plis deh.. bukan dr. H. alias dokter hajjah, melainkan drh. yaitu dokter hewan. Yup, mamaku adalah dokter hewan, meski tidak praktek. Daripada membantu hewan, mamaku lebih suka meneruskan ilmunya pada mahasiswa-mahasiswa di sebuah PTN Surabaya (nggak perlu disebut lah..). MSc-nya berarti Master of Science. hmm.. apa ga hebat tuh ? Sekarang sih aku bisa dengan bangga bilang “Aku juga punya yg serupa” hehehe😛

Untuk masalah gelar, bolehlah aku bilang begitu. Tapi ternyata ada banyak kehebatan mamaku yg aku tidak belum punya, dan jujur.. aku kagumi, meski aku tidak pernah terang-terangan bilang ke mama (ehh.. pernah ding 1x).

Kehebatan pertama adalah memasak. sebenarnya aku yakin sebagian besar ibu-ibu Indonesia pandai memasak (kecuali.. yah, aku kenal lah yg tidak bisa blas) dan semua anak pasti bilang masakan ibunya yg paling enak. Tapi, ini beneran deh.. kemampuan masak mamaku di atas rata-rata. Cara membuktikannya gampang.. lihat saja postur tubuhku.. tidak mungkin aku jadi seperti ini kalau masakan mamaku tidak enak. Secara, papaku sukses menularkan kebawelannya padaku, sehingga sedari kecil aku selalu rewel soal masakan rumah. kalau tidak enak, pasti tidak kumakan. Tapi…aku tidak pernah tidak makan kalau yg masak mamaku. Bahkan sering pula masakan mamaku berhasil dengan gemilang menggagalkan dietku. Jadi jangan heran kalau standar rasaku sangat tinggi. Orang lain bilang enak, menurutku biasa.

Bukan Rawon Mama

Masakan nomor wahid-nya adalah Rawon. sejauh ini rasa rawon mamaku hanya bisa didekati oleh Depot Anda Mojokerto. Rawon Setan ?? LEWAATT !! Rawon Calculator/Taman bungkul ??? Apalagi…. ke laut aja deh😛 Mie kocoknya jg.. wih *slurp* sampe suka dikangenin ibu2 arisan RT. Sotonya, sayur asem, rendang, krengsengan, nasi kuning.. name it! hampir semua masakan ia kuasai.

Masih dalam hal masakan, mamaku tidak cuma pintar memasak.. tapi mamaku juga pintar mengetahui bumbu-bumbu dalam suatu masakan. Maksudku gini, misalnya kami sedang makan di restauran, lalu ada masakan yg ueeennnaaaakkk. Nah, mamaku tuh bisa tau bumbu-bumbunya apa saja dari mencicipi. terus, biasanya nih, dia tertantang, dan dalam seminggu ke depan, di rumah akan tersaji masakan serupa yg rasanya hampir mirip. kalau kurang memuaskan, maka mama akan mencoba lagi, sampai berhasil😀 Selain itu, mamaku juga menerapkan hobi mengajarnya, dengan mengajari pembantu-pembantu di rumah. Jadi, tak jarang pembantu yg tidak bisa masak, nantinya akan jadi jago masak. Lha, anaknya sendiri ?? Hahaha. alih-alih masak yg aneh-aneh, menggoreng ceplok aja masih sering tidak sesuai harapan😛

Kehebatan yg lain adalah menjahit. Memang tidak sehebat para penjahit profesional. tapi at least, mamaku bisa menjahit. bukan sekedar pasang kancing dan jahit delujur, lho. Mamaku bisa kok bikin baju. Contohnya baju yg dipakainya ke pesta saudaraku ini. Memang tidak 100% jahitannya. Jadi ceritanya gini, untuk pesta di solo itu, mamaku menjahitkan baju ke penjahit (bukan )langganan. Bajunya itu seharusnya 2 pieces (bukan bikini lho, ya), dalam dan luar. ternyata penjahitnya bilang (saat due date) kalau kain untuk dalamannya itu tidak cukup. Aduh, nyebelin pokoke! Akhirnya mamaku bikin sendiri dalamannya. Ukur badan sendiri, bikin pola, potong kain, dan jahit tangan!! ya, jahit tangan karena mesin jahit peninggalan tukang sofa yg melarikan diri dengan membawa uang perbaikan sofa itu ternyata rusak😦 Hasilnya ?? Lumayan kan untuk ibu seorang gadis yg bahkan tidak bisa memasang kancing jepret secara simetris *tunjuk diri* LOL

Mamaku juga pintar mendandani orang. Memang banyak orang yg pintar berdandan, termasuk aku. tapi aku tidak bisa mendandani orang lain. Kalau mamaku bisa. Dulu waktu aku kecil, aku paling suka dikepang seribu karna selalu dipuji-puji guruku “Kepanganmu rapi sekali”. bisa ditebak, donk.. itu karya mamaku. padahal rambutku tuh liccciiiinn bgt! butuh usaha luar biasa biar kepangannya rapi. Mamku juga tukang rias resmi Omaku (84 thn) kalau ada pesta-pesta. Omaku tidak mau pakai salon, maunya sama mamaku (ngerepoti benernya sih). Satu hal lagi, mamaku lumayan jago dansa, walau … masih kalah, rek sama aku hehehe😛

Intinya, mamaku tuh serba bisa. Selain aktivitas wanita seperti di atas, mamaku juga jago naik genteng. Waktu aku dan kakak masih kecil, papa sering keluar kota. Jadi kalau ada genteng bocor, atau antena tivi kurang beres, mama yg benerin. Mama juga tidak ‘takut’ sama mesin. sebelum menyerah dan menjahit pakai tangan, dua hari lamanya mama berkutat dengan mesin jahit yg rusak itu. Diprotoli satu-satu, berusaha memperbaiki meski gagal. Jangan salah, papaku yg lebih jago juga tidak berhasil memperbaiki kok. Jadi ingat juga (lagi-lagi) pas aku kecil, mama adalah teknisi video beta kami. kalau videonya macet atau pitanya mbulet, mamalah yg bongkar video itu.

Kupikir mamaku bisa sehebat itu, karena rasa ingin tahunya yg besar, plus.. tidak malas (beda banget sama anaknya!!)😀 Meski begitu, ada 1 hal yg mama mengaku tidak tahu dan tidak bisa membuat… surat lamaran kerja + CV. Lho ?? Iya… soalnya mamaku tidak pernah melamar kerja. Kerja jadi dosen di PTN itu ia dapatkan secara otomatis akibat beasiswa yg diperolehnya saat kuliah dulu.

Duuuh… makin minder nggak sih akunya ?!?!