Senin pagi yang cerah kujalani dengan santai. Jalanan pada jam 6.45 memang masih lengang, menyenangkan sekali berkendara di pagi hari seperti ini (tanpa mengingat betapa menyebalkannya bangun pagi, tentu saja🙂 ) Namun, di jembatan B.A.T, sembari menunggu lampu lalin berubah hijau, perhatianku terusik. Karena berada di deret terdepan, mobilku dikelilingi beberapa sepeda motor, mungkin sekitar belasan. Awalnya yang menarik perhatianku adalah ternyata sepeda-sepeda motor itu hampir seluruhnya membawa anak sekolahan. Itu bisa kusimpulkan ketika melihat seragam adik-adik itu, merah, biru, dan abu-abu. Kesemuanya dibonceng. Ada yang di belakang, ada yang di depan, ada pula yang diapit dua orang dewasa. Baru kusadari kemudian, ada hal lain yang menarik (tapi tragis). Sebagian besar anak-anak itu tidak memakai helm! Lha, apa emang helm itu khusus hanya buat orang dewasa ya (R-Rated) ??

Maaf, tapi aku sama sekali tidak mengerti apa yang dipikirkan orang-orang dewasa (yang mengendarai sepeda motor) sehingga mereka membiarkan anaknya membonceng tanpa helm. Memang harga helm tidak murah. Tapi apakah sebegitu mahalnya sehingga memutuskan lebih baik anak-anak tidak pakai helm? Padahal mereka melintasi jalan besar, bahkan jalan raya yang tentu saja (sangat) padat. Padahal, apabila diamati, korban kecelakaan sepeda motor umumnya yang mengalami cedera lebih parah adalah yang dibonceng. Itu karena biasanya pengendara lebih cepat merespon bahaya kecelakaan karena ia yang menyetir, sementara orang yang dibonceng karena tidak tahu apa-apa.maka tidak siap. Mari kita bahas dengan menggunakan hukum fisika (ciiieee… padahal sudah lupa semua tuh rumus-rumus fisika :P) Misalnya saja ketika sepeda motor oleng terkena lubang atau sesuatu, maka otomatis si pengendara yang terlebih dahulu sadar akan menjatuhkan badan ke kiri, berikut sepeda motornya. Orang yang dibonceng yang tidak tahu bahwa ada lubang di depan, tentu saja terkejut. Dan jika responnya tidak cepat, maka orang ini akan mengikuti gaya tolak dari robohnya sepeda motor ke kiri, yaitu ia akan ‘mencelat’ ke kanan. Seandainya di kanan ada mobil atau truk yang melintas ? Hanya Tuhan yang tahu😦 Jika sudah begitu, apa benar harga helm begitu mahalnya ?

Pemakaian helm bukan lagi perkara melanggar peraturan atau tidak, tapi seharusnya sudah menjadi kesadaran untuk keselamatan berkendara. Sayang, belum banyak orang menyadari itu. Bagi mereka, asal tidak ketahuan (dan ditilang) maka tidak apa-apa.

Setelah coba kuhitung, dari B.A.T hingga kantorku kira-kira hanya 3 dari 10 anak-anak yang membonceng sepeda motor menggunakan helm. Ya, hanya 30%! Sebenarnya, aku tidak begitu peduli jika yang tidak memakai helm itu orang dewasa. Mengapa ? Karena mereka sudah dewasa, (seharusnya) sudah bisa memutuskan mana yang baik dan yang buruk. Berbeda dengan anak-anak. Mereka belum tahu apa yang bahaya apa yang tidak. Seharusnya, tugas orang dewasa untuk mengajari mereka, bukan begitu ?

PS: Foto-foto di atas kuambil sambil menyetir. Please, DO NOT try this at any circumstance! Bahaya banget!! Aku sampai ndredheg tidak karuan. Kapok deh!!