“Libur tlah tiba… libur tlah tiba.. hore.. hore .. HOREE!!”

Yup..yup, meski libur lebaran kali ini agak lebih pendek dari tahun kemarin, aku sangat excited menantikannya. Bagaimana tidak, awal libur ini saja aku sudah berencana ke Bali! Aku dan teman-teman choir berencana pelayanan sekaligus liburan (wel, lebih tepat liburan sekaligus pelayanan hehe) ke Bali. Cuma 3 hari sih, 4 hari kalau perjalanan di hitung, karena itu acaranya disusun padat dan fun hehe..😛

Nah, buat oleh-oleh sekaligus mengantisipasi hilangnya kenangan dari memoriku yang pendek, kupikir tak ada salahnya menuliskan perjalanan ke Bali kali ini di sini. Tapi kalau ditulis sak dhek sak nyek kok takutnya eneg, ya… jadi mending aku cicil saja deh😛

Sebagai awalan, tulisan kali ini akan memuat garis besar perjalanan kami sejak berangkat (26 September 2008) sampai kembali lagi ke Surabaya (30 September 2008). Sebuah mini bus dan mobil membawa rombongan 22 orang dewasa plus 2 anak kecil ini ke Bali.

Aku merasa perjalanan kali ini benar-benar direstui oleh Tuhan. Kami sama sekali tidak mendapatkan hambatan, bahkan bisa dibilang dimudahkan. Misalnya saja soal penyeberangan, baik ke Bali maupun dari Bali, keduanya kami lalui dengan amat sangat lancar. Begitu sampai pelabuhan kami langsung naik kapal, tanpa antri. Padahal, sehari sebelum hari kepulangan, kami mendapat informasi bahwa antrian di pelabuhan Gilimanuk mencapai 5 km!! Hal lain yang sangat mendukung adalah cuaca. Saat berangkat, kami mendapat info bahwa hari itu Kuta dan Denpasar hujan deras seharian. Sebagai sie acara, aku tentu saja ketar-ketir. Kalau hujan, bisa rusak semua rencana. Untunglah, selama kami di sana, matahari begitu bermurah hati memancarkan sinarnya. Kami hanya mengalami mendung dan amat sangat sedikit gerimis di Tanah Lot.

Kemana saja di Bali ? Berikut kulampirkan (weeks.. bahasaku resmi banget yak ?!?! :P) jadwal acara kami hehe..

Jumat, 26/09/08:

  • 21.00 WIB : Berangkat

Sabtu, 27/09/08:

  • 04.00 – 04.30 WIB : Menyeberangi Selat Bali
  • 10.00 WITA : Sampai di Hotel
  • 12.30 – 14.00 WITA : Belanja di Erlangga
  • 14.30 – 16.00 WITA : Belanja di Joger
  • 16.00 – 19.00 WITA : Kuta Beach
  • 19.30 – 21.30 WITA : Latihan di Gereja Fransiskus Xaverius

Minggu, 28/09/08:

  • 09.00 – 10.30 WITA : Pelayanan di Gereja Fransiskus Xaverius
  • 12.00 – 13.30 WITA : Garuda Wisnu Kencana
  • 14.00 – 16.30 WITA : Dreamland
  • 17.00 – 20.00 WITA : Uluwatu

Senin, 29/09/08:

  • 06.00 – 07.30 WITA : Sanur Beach
  • 09.00 – 13.00 WITA : Bali Bird Park
  • 15.30 – 16.30 WITA : Tanah Lot
  • 17.00 – 21.30 WITA : Back to Kuta

Selasa, 30/09/08:

  • 09.00 WITA : Pulang

Anda mungkin bertanya-tanya, bahkan menertawakan, keputusan untuk belanja di hari pertama. Yah, tidak apa sih… memang kuakui agak aneh jika belanja oleh-oleh di awal trip. Tapi ada dua alasan mengapa acara belanja kutaruh di depan. Satu, well.. karena memang tidak ada waktu lagi. Jadwal Senin cukup padat, sementara jadwal Sabtu sangat kosong. Lagipula, setelah anda puas berbelanja dan membeli oleh-oleh untuk semua orang, anda dapat menikmati sisa liburan dengan tenan. Tidak perlu takut kehabisan duit sehingga tidak bisa beli oleh-oleh😀 Kedua, ternyata dengan berbelanja terlebih dahulu di Erlangga, kami jadi punya harga patokan. Erlangga adalah salah satu pusat oleh-oleh seni di Denpasar. Berbeda dengan pasar Sukowati (dan pasar-pasar seni lainnya), Erlangga menerapkan sistem harga pas. Memang harganya agak sedikit lebih mahal dengan harga di Sukowati (kalau anda jago menawar) tapi paling tidak bisa menghindari adu urat dengan penjual. Hal ini menguntungkan bagi orang-orang yang tidak pintar (a.k.a malas) menawar sepertiku hehe.. Nah, harga pas di Erlangga bisa anda jadikan patokan bila ingin membeli barang-barang serupa di tempat lain. Di pasar yang bargain allowed mereka memasang harga awal yang gila-gilaan. Contohnya, di Tanah Lot aku tertarik dengan sebuah ikat pinggang. Si penjual membuka dengan harga 3 kali lipat lebih dari yang di Erlangga. Tanpa ba bi bu, aku sebut saja harga di Erlangga. Lalu aku tinggal. Dan si penjual memanggilku. Hmm… mungkin sebenarnya agak kemahalan, tapi … kalau aku tidak tahu harganya di Erlangga, aku pasti iya-iya saja saat si penjual menurunkan separuh harga.

Karena ini grouping trip, jujur aku harus menekan hasrat untuk berwisata kuliner ataupun ke beberapa objek wisata yang kudambakan. Tapi paling tidak, keinginanku makan nasi campur bali cukup terpuaskan. Demikian juga kerinduan makan nasi Jinggo, dan mengicipi nasi pedas yang kata Pak Bondan Maknyus itu😀 Belum lagi kami sempat makan seafood yang cukup OK di restoran milik mantan petinju.

Oya, perjalanan kali ini kami sangat terbantu oleh kehadiran teman-teman kami, Pras dan Mumuw, yang selain jadi tour guide juga membantu mendapatkan tiket ke objek-objek wisata dengan harga tour agent. Lumayaaaann ..😀 Juga terima kasih untuk dewan dan romo paroki Fransiskus Xaverius yang sudah bersedia menerima kami pelayanan. Terima kasih juga buat Miko yang sudah menjadi perpanjangan tangan kami ngurusin masalah pelayanan, juga Adit buat browniesnya. Tidak lupa buat Bobby yang sudah ngurus hotel.

Oke.. segini dulu.. tunggu postingan tentang Bali, yaaa…😀