Salah satu hal yg selalu kuidamkan dari Bali adalah nasi babi gulingnya. Memang sih di Surabaya juga ada yg menjual dan rasanya pun lumayan, tapi tentu saja kalah dengan yg otentik punya😛 That’s why, aku pun langsung sumringah ketika mendapati bahwa makan pertamaku di Bali kemarin adalah nasi babi guling.. slurp!

Banyak sekali rumah makan nasi babi guling ini di Bali, dan aku yakin sebagian besar pasti enak. Yang terkenal adalah Bu Oka, juga warung Candra. Tapi kali ini aku mau me-review depot langganan temanku, Warung Makan Pakerisan.

Rumah makan di jalan Tukad Pakerisan ini mungkin tak seterkenal dua rumah makan yg kusebut sebelumnya, namun kujamin babi guling olahannya tak kalah uenak. Harga yg ditawarkan pun tak terlalu mahal. Dengan 15K IDR saja anda sudah mendapat nasi babi guling lengkap dengan porsi ‘tukang becak’ alias buanyuak.

Isinya antara lain babi masak kuning, sate babi, urutan (sosis babi yg asin), usus goreng, sayur, taburan, dan sambel mbeh. Oya, tidak ketinggalan (dan adalah bintang utama) kulit panggang. Kulit babinya renyah dan gurih sekali. Selain itu saat kulit ini terkecap lidah, ada aroma yg berbeda dengan kulit babi panggang versi chinese yg tidak bisa aku deskripsikan dengan tepat. Mungkin itu dikarenakan bumbunya dan/atau juga cara pengolahannya. Buatku sih, jauh lebih enak kulit babi panggang Bali. Sate babinya juga TOP, tidak seperti sate babi yg sering kita makan (hanya berbumbu kecap), di sini dagingnya dibumbui lumayan lengkap. Urutannya pun tidak mengecewakan, meski aku pernah mengicipi yg lebih enak. Jujur, aku lupa taburan dan sayurnya itu ingridient-nya apa, tapi keduanya sukses mengimbangi ke’magteg’an lauk pauk yg full babi itu. Demikian pula babi masak kuningnya… bumbunya merasuk hingga ke setiap serat daging.. sip pol.. Sambel mbeh-nya juga mantap, boy!

Waduuh, maap ya.. reviewnya tidak bisa panjang-panjang… tambah lama tambah bikin lapeeer… huaa.. pengen makan babi guling lagi!! *sambil guling-guling di lantai*😀

Personal Rating: A-