Terletak di kawasan Nusa Dua Bali, Garuda Wisnu Kencana (disingkat GWK) adalah sebuah taman seni seluas 240 hektar. Dulunya, kawasan ini hanyalah bukit batu kapur, sekarang pun masih terlihat sisa-sisanya, namun disulap menjadi taman yg cantik.


GWK sebenarnya adalah proyek ambisius mantan presiden Soeharto yg ingin membuat patung terbesar di dunia, yaitu Dewa Wisnu mengendarai burung Garuda (lambang Amerta, kebaikan yg abadi). Sayang, sebelum proyek ini jadi Indonesia kena krisis, dan proyek pun dihentikan. Yang tertinggal adalah dua patung raksasa Wisnu dan Garuda yg kini menjadi daya tarik utama GWK.


Saking besarnya patung-patung itu, kamu bisa melihatnya bahkan sebelum memasuki taman. Kabarnya, tinggi patung Wisnu adalah 20 meter sedangkan Garuda 18 meter. Pintu masuk ke taman GWK diapit oleh gugusan batu kapur yg dibelah dua menjadi pilar-pilar yg menggawangi koridor berpaving. Hmm.. baru inget, itu sebenarnya adalah pintu keluar, karena kami mengitari taman secara terbalik hehehe😛 Gpp lah ya.. hehe..


Karena terbalik tadi, maka patung pertama yg menyapa kami adalah si Garuda. Lokasi letak Garuda dinamai Plaza Garuda.


Di sekelilingnya merupakan tanah lapang dengan hamparan kubus-kubus batu kapur, disebut Kolam Lotus. Kalau pernah lihat di tv ada acara konser yg diselenggarakan di GWK, ya di sinilah tempatnya. Kabarnya Kolam Lotus bisa menampung sampai 7000 orang!


Setelah foto-foto nggak jelas dengan Garuda, kami pun menaiki tangga menuju Plaza Wisnu, tempat patung Wisnu. Poor Wisnu, tangannya tidak ada😦 Sebenarnya tangan Wisnu sudah jadi, tapi belum disatukan. Jadinya patung Wisnu sekarang masih buntung. Di bawah patung Wisnu ada air mancur suci. Apa ini yg namanya Parahyangan Somaka Giri ya ? Menyesal aku baru dapat informasi ini setelah dari GWK, karena katanya air mancur itu suci, dan airnya bisa memberi kesembuhan dan umur panjang. Tau gitu, aku icipin deh airnya, siapa tahu bisa kurus (lho ?!?! mulai deh ga nyambung…😀 )

GWK sangat cantik siang itu (meski panas luar biasa). Buat kamu yg hobi photography pasti senang ke sini, karena banyak spot-spot bagus untuk ditangkap. Sedikit keluar dari kolam Lotus, ada gugusan batu kapur yg putiiiih juga juga perpaduan biru langit dan hijaunya hamparan rumput,  yg bakalan sukses menggodamu untuk berfoto ria di sana. Buat Pre-Wed juga OK kayaknya nih😀

Kecantikan GWK bahkan bertambah di malam hari karena dipoles dengan cahaya lampu yg temaram dan romantis. Ini kata temanku, lho, secara aku baru pertama kali ke GWK (ya, sekarang ini).

Selain menampilkan keindahan pemandangan, GWK memberikan bonus beberapa pertunjukan seni, tari Barong, Ringgit, dan Kecak. Tari Barong biasanya ditampilkan siang hari (…) Too bad, timing kami kurang pas. Saat tari barong dipertunjukan kami masih assik foto-foto dengan Wisnu. Kami cuma dapat lambaian ekor Barong saja serta berfoto dengan Barong yg sudah diletakkan.


Pertunjukan tari Kecak di GWK gratis! (di tempat lain harus bayar 50K IDR). Dilakukan di Amphitheater saat matahari terbenam (18.30 WITA), tari kecak di GWK sebenarnya adalah latihan dari suatu sekolah tari, dan tidak setiap hari ada. So, biar tidak kecele, sebaiknya tanya dulu ke bagian informasi GWK. Waktu itu temanku sudah tanya, dan sebetulnya ada tapi tidak ada fire dance-nya. Makanya kami putuskan untuk nonton Kecak di Uluwatu saja.

Dengan segala keindahan GWK, rasanya tak sayang mengeluarkan 15K IDR dari dompet. Aku hanya berharap proyek ini suatu saat bisa dilanjutkan. I’m sure it’s gonna be an awesome masterpiece.

Mau lihat foto-foto kami yg lain ? Liat aja di sini

Informasi tentang GWK di tulisan ini diambil dari website resmi GWK