Kecak adalah drama tari tradisional Bali yg biasanya menceritakan Ramayana. Terdapat 50-70 orang penari kecak, semuanya pria, yg berfungsi sebagai music effect di dalam pagelaran ini. Dan mereka inilah yg berhasil menghipnotisku dua jam lebih untuk tetap duduk diam menyaksikan pertunjukkan yg, honestly, sama sekali tidak kumengerti bahasanya itu.


Selama pertunjukkan, puluhan pria bertelajang dada itu ber-acapella (bernyanyi tanpa iringan alat musik), saling sahut-menyahut tanpa henti sambil menarikan gerakan ritmik yg terlihat sederhana namun sangat rapi dan indah. It is a choir for sure!! Ingin rasanya aku minta score musik mereka. Tapi apa ada, ya? Kalau pun ada, pasti tidak seperti score musik lagu-lagu choir pada umumnya😀
Setengah jam sebelum pertunjukan, obor yg berada di tengah arena panggung dinyalakan.

Tiga puluh menit kemudian, para penari kecak pun memasuki ruangan sembari menari dan berkecak ria.Mereka membentuk formasi melingkari obor tadi.

Begitu intro berakhir masuklah seseorang, sepertinya sih pandita-nya, yg lalu memerciki para penari dengan air suci. Hmm.. kayanya ini rahasia mereka bisa kuat nyanyi dan nari selama dua jam ya…

Seperti yg kutulis di atas, tari kecak bercerita tentang Ramayana, tepatnya mengambil kisah dari 4 kitab: Aranyakanda, Kiskindhakanda, Sundarakanda, Yuddhakanda, tapi tentu saja versi pendeknya.
Pertunjukkan bermula dengan kisah Rama dan Sita yg berada di tengah hutan untuk pengasingan.
Lalu muncullah rusa (merupakan jelmaan anak buah Rahwana).

Hasrat berburu Rama pun timbul dan ia pun tergoda untuk mengejar rusa itu, meninggalkan Sita sendirian (Dasar cowok!! hehe).

Benernya Rama tidak seteledor itu. Ia menitipkan Sita pada Laksmana (adik Rama). Tapi kembali Rahwana meluncurkan tipu muslihatnya.Sita mendengar suara Rama yg terluka. Khawatir dengan keadaan Rama, Sita menyuruh Laksmana mencari Rama. Laksmana bersedia dengan satu syarat, Sita harus tinggal di dalam lingkaran yg dibuatnya.
Sita pun sendirian (Untung tidak nyanyi “All By My Self😛 )
Kemudian Rahwana datang, entah bagaimana berhasil membujuk Sita keluar dari lingkaran. Rahwana pun berhasil menculik Sita.

Scene dua sepertinya adalah kisah dari kitab Kiskindhakanda, yaitu pertemuan Rama dengan raja kera Sugriwa. Rama membantu Sugriwa merebut Kerajaan Kiskindha dari Subali, kakak Sugriwa. Sayangnya, pas scene ini perhatianku terpecah pada sunset, jadi aku tidak benar-benar menamati scene ini. Yang aku ingat benar adalah para penari kecak menari bebas ketika pertempuran Sugriwa dan Subali terjadi.

Meski sibuk bertempur, Rama tidak melupakan Sita. Ia meminta Hanuman, kera putih, untuk menyampaikan pesan pada istrinya itu. Nah, si hanuman ini super duper narsis. Sudah suka bikin heboh karena senangnya muncul di tengah-tengah penonton, ia juga hobi foto. Tingkahnya beneran bikin grrrr penonton.

Sita yg disekap di Alengka dengan pengawalan Trijata awalnya mengira Hanuman juga jelmaan dari Rahwana. Tapi setelah dijelaskan, dengan tarian tentu saja, bahwa ia (Hanuman) adalah utusan Rama, Sita pun percaya. Ia pun memberikan bunga pada Hanuman untuk diserahkan pada Rama.

Untuk memberi break bagi para penari, muncullah Indrajit (kalau tidak salah ya…),putra Rahwana. Dengan bahasa inggris-bali, yg entah disengaja atau tidak, sangat amburadul, ia menyapa penonton dan melontarkan joke-joke yg… cukup jayus😆


Tiba-tiba, Hanuman muncul (sekali lg) dr tengah-tengah penonton.

Ceritanya sih, Hanuman mau membebaskan Sita. Namun akibat keasikan foto-foto sama penonton, dia berhasil dikalahkan Indrajit dan pelayan-pelayannya (hahaha… ya nggak lah, emang di cerita aslinya Hanuman kalah).

Dengan kekuatan sihir, Hanuman diikat dan menjadi lemas. Hanuman pun berdoa, meminta Dewata untuk melepaskannya. Hanuman pun terlepas dan memperoleh kekuatannya kembali. Sebelum pergi, Ia pun membakar kerajaan Alengka.

Sebelum scene ini, pandita yg tadi muncul lg dan mendoai si hanuman. Katanya, pemain Hanuman biasanya “jadi” di scene ini.

Akhirnya, Rama datang. Di sini para penari kecak dibagi 2 melambangkan pasukan Rama dan pasukan Rahwana.

Scene terakhir ini pun dipenuhi adegan pertempuran antara pasukan Rama dan pasukan Rahwana yg dikemas cukup kocak sehingga alih-alih merasa ngeri, penonton malah tertawa melihat tingkah para pasukan Rahwana yg ketakutan dan sembunyi di antara penonton. Akhirnya Rahwana pun terkena panah sakti Rama dan tewas. Rama pulang ke Ayodya bersama Sita. Dan kami ?? berebut foto dengan Hanoman hahaha😆

story source: http://id.wikipedia.org/wiki/Ramayana