Sabtu, 20 Juni 2009 lalu, untuk kesekian kalinya Concord Singers menggelar konser. Choir satu ini memang patut diacungi jempol dalam kerajinannya menggelar konser. Sejak didirikan tahun 2007, minimal sekali dalam 1 tahun Concord Singers selalu konser. Bahkan terkadang bisa 2-3 kali.

Konser mereka kali ini bertajuk Acapella Lounge. Konser ini merupakan konser penggalangan dana karena mereka mau ikutan lomba di 1st Parahyangan International Chamber Choir Competition. Jujur, benernya aku rada males nonton. Pertamax karena aku capek banget. Keduax karena.. well, beberapa kali nonton konser mereka, aku bukannya terhibur, tapi tambah stress.. soalnya lagu2nya berat banget. Tapi, berhubung Paduan Suara Gita Smala, PS-nya SMA 5 yg adalah almamaterku dan aku dulu aktif di PS, juga tampil di konser ini, akhirnya kubelilah tiket seharga 50K IDR itu. Meski gitu aku sempat komen di RSVP event-nya di FB gini: “Janji jangan jayus, ya…” hihihihi nakal, ya😛

Begitu baca buku panduannya, aku jadi sedikit menyesal. Let’s put it this way: ketika kamu membaca tajuk konser “Acapella Lounge”, apa yg ada di benakmu? Kalau aku sih, yang terbayang adalah lounge-nya hotel atau cafe dengan sofa2 yg cozy, terus lagu2nya tentu saja yg ngejazz, sedikit R&B atau swing gitu. Lagu2 yg bikin relaks lah. Ternyata lagu2 yg dibawakan pada babak 1 adalah Renaissance. Aku masih menaruh harapan di babak 2 karena temanya adalah Indonesian Composer dengan beberapa lagu daerah. Tapi ternyata harapanku … nyaris tak terpenuhi.Well, mungkin juga aku yg salah, sih. Mungkin Acapella Lounge di benak para Concord Singers beda sama di benakku🙂

Pada konser ini Concord Singers benar2 menunjukkan kualitas mereka. Dari awal hingga akhir, mereka menyajikan lagu2 high level yang -aku 1000% yakin- luar biasa sulit dan tidak semua choir sanggup membawakannya, macam Ohime se tanto amate (Monteverdi), Letztec Gluck (Brahms), Lux Aeterna (Brian Schmidt, btw choirku pernah jg nyanyi ini buat pelayanan hehe), dan War Song (Shin-ichiro IKEBE). Babak 2 lagu2nya nggak kalah beratnya meski adalah ciptaan/aransemen dari anggota Concord Singers sendiri. Contohnya Jiwaku & Hanya PadaMu  (Fritz Simangunsong),  A Forbidden Grief & Break (Yosafat R. Leppong), dan Angin mamiri (Bagus Paradhika). Huuuaaah… bener2 berat deh. Otakku yg sudah hang gara2 kerjaan seminggu pun jadi lama banget mencerna lagu2 itu. Akibatnya.. beberapa kali aku telat tepuk tangan. Penonton dah heboh tepuk tangan aku masih diem. Begitu reda, baru deh aku tepuk tangan hihihi dasar lelet, ya😛 Tapi temenku lebih parah. Nggak tau saking ngantuknya ato gimana, dia sampe makan permen sama plastiknya huahahahahaha😆

Gimana dengan Gita Smala ? Ceritanya Concord dan Gita Smala nyanyinya gantian. Concord 2 lagu, terus Gita Smala yg di-conduct Bagus S. Paradhika tampil dengan 2 lagu, terus Concord lagi. Gitu seterusnya. Anak-anak SMA 5 ini membawakan Abendlied (J. Rheinberger), Kalinda (Sidney Guillame), Hati Penuh Kerinduan (Jauhari), dan Bungong Jeumpa. Yang buat aku tercengang adalah ternyata Gita Smala jadi serius. Maksudku, jamanku dulu Gita Smala tuh kalo nyanyi heboh deh, cuentil, genit, full gaya dan ekpresi. Sekarang bisa nyanyi diem tanpa gerak gitu ya ? Sepertinya lagu2 yg Gita Smala bawakan ini adalah lagu2 yg mereka pakai untuk festival di Penang. Hebat, euy.. Go International! Pas Bungong Jeumpa, aku ama temenku terkagum2 sama yg main rebana. Jago pisan! Di tangan si musisi yg masih SMA itu, alat ecek2 itu bisa membuat iringan yg enak banget didengar. Aku tercengang juga nih pas dengerin almamaterku bisa nyanyi lagu2 berat. Yah.. walau tentu saja tidak sehebat kakak2nya di Concord Singers. Masih ada fals di sana-sini, kejepit di sana-sini. Terutama sih di HPK (Hati Penuh Kerinduan). Duuh, itu lagu emang susah banget ditaklukin. Dulu aku nyanyi itu juga soprannya kejepit2 dan tenornya fals, sekarang mereka juga sama hihihi.

Speaking of kejepit2.. di konser ini aku kehilangan suara Evellyn Merelita (Sori ya, Lyn kalo namanya salah tulis lagi hehe). Soprano satu ini tidak kelihatan batang hidungnya di panggung, malah sibuk jadi panitia. Akibatnya, sopran 1-nya jadi kejepit2 deh terus lagu Lux Aeterna jg turun (gpp, Eliata pas nyanyi ini jg beberapa kali turun, kok hehehe).

Oya, pas babak 2 sesi 2, Concord Singers ganti kostum. Dandan rada heboh dengan topi2 ala papua dan coretan di wajah. Meski gitu aku sempat pesimis. Jangan2 cuma dandanan aja heboh, lagunya tetap yg bikin kening berkerut sampe keriput. Soalnya konser2 lalu juga pernah tuh, dandanan dah colorful tapi lagu2nya nggak serancak dandanannya. Makanya aku bilang jayus hehe. So.. aku tungguin. Lagu pertama.. bukan. Lagu kedua .. O Inani Keke.. bukan juga. Mataku dah tinggal 5 watt. Permen di saku dah habis. Eitss.. mereka ganti posisi.. mata mulai mbuka dikit. Lagu Piso Surit. Hmm.. ada yg nari2 sih di depan, nari doank. Yang nyanyi di belakang duduk gitu. Tapi lagunya tetep slow dan cocok banget buat pengantar tidur *zzzzzzz…zzzzz.*

Piso Surit

Tiba2.. AUUOOOOOOO!!! Ada yg teriak2. Langsung deh melek. Terus semua penyanyi turun panggung, bikin formasi. Dan mereka pun membawakan Wor aransemen Budi Susanto (Grasioso Sonora) sambil pake gerakan ala tari Papua gitu. Aku lihat Puji, temanku se-choir juga, paling heboh. Kayak lepas dari kurungan gitu :lol:  Lagu terakhir ini benar2 menyelamatkan keseluruhan konser deh. Penonton langsung ikutan semangat. Anak kecil di depanku yg tadinya ngerengek2 minta pulang langsung diem. Dan konser pun berakhir dengan meriah😀

Aku jadi heran.. kenapa ya mereka nggak mau nampilin lebih banyak lagu2 yg rancak dan entertain begini? Maksudku gini, mereka punya kemampuan di atas rata2. Buktinya lagu2 berat diembat dengan mudahnya. Tapi, lagu2 itu sama sekali nggak easy listening, kasarannya: nggak menarik. Yang berpikir lagu2 itu indah  dan menarik mungkin cuma mereka dan segelintir penonton yg memang ekspertis di bidang choir dan musik. Sementara penonton lain biasanya cuma orang awam yg pengennya dihibur. Masa iya sih nggak ada lagu yg berkualitas (tingkat kesulitan tinggi) yg sekaligus menghibur? Kayaknya banyak deh. Dan buktinya Concord Singer bisa heboh juga, kan😉