Akhirnya, setelah eneg sama film2 Indo yg dari judulnya saja sudah kebayang kualitasnya kayak gimana, muncul 1 film yg sepertinya menjanjikan. Merantau. Jujur,  aku benar2 blank sama film ini. Nggak pernah dengar apalagi baca sinopsis tentang Merantau sama sekali. Tapi nama Christine Hakim sebagai salah satu cast, cukup membuatku tertarik untuk merogoh saku dalam2 pas Ella ngajakin nonton di Blitz hari Sabtu minggu lalu.

Kisahnya simple, se-simple judulnya. Berkisah tentang Yuda (Iko Uwais), pemuda Minang ahli pencak silat yg berniat untuk menjalani tradisi merantau. Dalam budaya Minangkabau, untuk menjadi dewasa seorang pemuda harus merantau, meninggalkan daerahnya ke tempat asing untuk mencari pengalaman hidup. Sebenarnya ibu Yuda (Christine Hakim) agak tidak rela dengan keputusan putra bungsunya ini. Tapi Yuda bersikeras, apalagi udanya Yayan (Donny Alamsyah) yg juga adalah panutannya, dulu juga merantau. Singkat cerita, jadi juga si Yuda merantau ke Jakarta.

Di perjalanan menuju Jakarta, Yuda berkenalan dengan Eric (Yayan Ruhian), pria Minang yg juga perantauan. Begitu sampai di Jakarta, mereka berpisah. Namun itu bukan pertemuan terakhir mereka. Yuda menuju sebuah alamat, ternyata mendapati bangunan di alamat itu sudah porak poranda. Akhirnya Yuda menemukan “rumah”-nya di Jakarta, yaitu pipa2 beton yg ditumpuk di sebuah proyek pembangunan gedung. Suatu hari ketika sarapan, dompet Yuda dicopet oleh seorang anak. Untunglah Yuda berhasil mengejar anak itu. Hmm.. mungkin malah buntung ya?? Soalnya gara2 mengejar Adit (Yusuf Aulia), si anak kecil itu, Yuda malah terlibat dalam masalah pelik, yaitu menyelamatkan  kakak Adit, Astri (Sisca Jessica), dari organisasi illegal human traficking. Organisasi ini dipimpin oleh Ratger dan Luc, orang asing yg super kejam. Sementara itu Johny (Alex Abbad) adalah “supplier” mereka. Dalam usahanya menyelamatkan Astri, Yuda ternyata harus berhadapan dengan Eric, yg ternyata menjadi bodyguard Ratger. Adegan kelahi dua orang ini seru banget, karena di dalam lift. Tapi liftnya gedhe deh, kalah lift rumah sakit hehehe😛

Film ini penuh dengan adegan action yg penuh darah dan kekerasan. Aku aja beberapa kali terpaksa nutup mata karena ngeri. So, aku sarankan sih, jangan bawa anak kecil pas nonton. Action yg disuguhkan mirip dengan gaya action Jackie Chan, terutama adegan2 berkelahinya. Si Yuda berkelahi dengan tangan kosong dan mengandalkan barang2 di sekitar. Bedanya dengan film Jackie, film ini lebih serius. Ada humornya sih, tapi cuma jadi bumbu di satu dua tempat. Garapannya cukup halus dan natural, beda dengan film2 action Indo di tv yg rada2 meksa itu. Yang juga aku kagumi adalah angle pengambilan gambarnya. Wiiih.. keren deh. Di awal saja, kita sudah dibuat takjub dengan pemandangn desa Yuda. Nanti pas adegan2 kelahi juga, kita bakal menyaksikan cara pengambilan gambar yg nggak biasa, at least di Indo.

Selain Christine Hakim dan Alex Abbad, nama2 cast-nya memang asing di telinga. Bahkan Iko Uwais, bintang utamanya pun ternyata tadinya adalah atlit silat asli, meski yg digeluti adalah silat betawi bukan silat minang. Makanya dia lentur banget pas kelahi. tapi acting-nya cukup natural, kok. Di film ini Iko melakukan semua adegan sendiri, alias tanpa stuntman. Kalo anda sudah liat filmnya, pasti jadi kagum sama pemuda ini, soalnya banyak adegan berbahaya yang harus dia lakoni.

Yang agak aku sayangkan, ternyata sutradara dan penulis naskah film ini adalah orang Inggris ,Gareth Evans. So.. kalo di-klaim karya Indonesia asli, rasanya kok kurang pas. Yah.. mungkin bisa disebut karya semi-Indonesia, karena artis2nya kan orang indo hehehe.

Oya, bagaimana ending filmnya? Hmm.. serius nih mau dikasih tau?? Yakin, nggak mau nonton ndiri??

Gini deh.. buat yg niat nonton dan nggak mau tau endingnya, mending stop baca sampe sini aja.. gimana? OK, kan?

Yang mau tau… well.. ini mungkin satu2nya hal yg bikin aku BT sama film ini. Endingnya adalah … hmm.. intinya sad ending deh, which is amat sangat tidak kuharapkan. Kenapa kok nggak kuharapkan?

1) Karena seperti tadi aku bilang, film ini mirip film Jackie Chan. Lha, mana ada sih Jackie Chan mati di film2nya? *ups.. kok jadi kebuka ya?? hehehe, sorry*

2) Aku nonton film itu niat seneng2, tapi begitu keluar bioskop jadi sedih hehehe

Eh, tapi aku jadi curiga si Yuda nggak mati nih. Karena tag film ini adalah Asian New Hero is Finally Born. Masak heronya langsung mati?? hehehe.. Jangan2 ntar ada sequelnya, si Yuda ternyata nggak mati. Karena emang di akhir cerita, si Astri dan Adit tinggal di Minang, tapi jasad Yuda tuh nggak pernah disebutin dimakamkan di Minang. Hmm.. we’ll see apa bener akan ada sequelnya😀

Lihat trailer-nya di sini

Resources: