Yogurt. Siapa yg nggak kenal yogurt akhir2 ini? Dairy product yang merupakan hasil fermentasi bakteri lactose ini benernya bukan barang asing buatku. Ya… secara mamaku dosen di FKH, dan di fakultasnya itu ada lab yg  memproduksi yogurt, mama hobi banget beli yogurt di sana. Jd sejak kecil aku doyan banget yogurt. Biasanya yogurtnya itu disimpan di freezer sampe jadi es gitu. Mirip2 es lilin lah. Nah, tapi aku juga nggak nyangka kalo yogurt bakalan populer di Indonesia.

Sejak dua semester lalu yogurt sudah mulai merambah dunia kuliner Indonesia. Tepatnya dalam bentuk frozen yogurt alias Froyo. Bahkan nggak diragukan lagi yogurt sudah menempati posisi yg nyaris sama dengan ice cream sebagai dessert dingin dan juga kudapan ringan teman hangout. Di mal-mal, orang berlomba membuka tenan2 yogurt. Awalnya tentu dr Jakarta. Dan tentu saja sekarang Surabaya ikutan latah. Dalam beberapa bulan saja, satu tangan tak cukup untuk menghitung merek dagang froyo yang muncul di Surabaya.

Demi posting ini, aku sudah mengicipi hampir semua merek froyo (yg aku tahu) di Surabaya. Ternyata, dari tekturnya bisa aku simpulkan ada dua tipe froyo. Froyo yg teksturnya sangat halus  dan yg sedikit kasar. Kalo susah membayangkan, yg tipe halus itu mirip dengan cone-nya McD sedangkan yg aku bilang kasar itu mirip monash-nya A&W. Aku suka kedua tekstur itu. Jadi tinggalah  bergantung pada paduan kecut dan creammy yang pas di lidah aja yg menentukan apakah froyo2 itu bisa masuk daftar Top5 versi-ku. Dan, perang Froyo pun dimulai!!

5. ViviVrutch

Froyo ini pertama buka di TP, tepatnya di Food Court TP3. Tipe froyonya halus. Rasa froyo yg manis dan kurang kecut sedikit mengganggu lidahku. Tapi masih cukup enak untuk menempati posisi ke 5.

Single Plain Yogurt w/ 1 topping berharga 20.5 K IDR (belum termasuk pajak).

4. Maggie

Froyo yang ini bertekstur kasar, tapi lebih kecut dari Vivivrutch. Istilahnya, “lebih yogurt”. Sayang, kurang creamy. Buka di GM (Galaxy Mal) sebelahan sama Time Zone. Harganya lumayan murah, 18.9 K IDR (tanpa pajak) untuk Single Plain w/ 1 topping.

3. Yoogubar

Froyo ini juga bertekstur kasar. Kecut dan creamy-nya lumayan pas di lidah. Tenannya ada di foodcourt PTC. Harganya.. jujur aku lupa (slipnya ilang😦 ). Yang blueberry ini sekitar 15K s.d 20K IDR gitu, dan yg plain kurang lebih 14K IDR. ato… 18K ya???

2. Lite n Sassy v.s Sour Sally

Hehe.. agak susah membandingkan dua froyo ini. Kualitasnya sama, juga teksturnya.

Tekstur Lite n Sassy lembut. Rasanya creamy tapi sedikit kurang kecut. Sedikit aja kok😉 Harga Lite n Sassy 20.9 K IDR plus disc. 17% sehingga jadi 19.1K IDR. aneh ya, discountnya😛

Tenan froyo ini ada di Sutos lantai 1.

Sour Sally.. siapa yg nggak kenal. Pas kemarin SS buka di TP, kayaknya semua pada berbondong2 ke sana. Tapi aku ngicipi SS pas ke Jakarta, bukan yg di TP. Harganya.. lagi2 slipnya ilang. Kalo nggak salah 25K-an deh. Harga segitu bukan yg plain. Aku beli yg twist dengan strawberry. Jadi harga yg plain pastinya lebih murah dari itu. Kecutnya sudah OK, tapi kurang creamy dikiiiiiiiiiiiiiit.

Lho.. kalo Sour Sally aja runner up, no. 1 siapa ya??

1. J.Co

No.1-nya, menurut lidahku adalah J.Co. Kecut dan creamy-nya beneran pas dan suedhap di lidah.

Selain itu, J.Co juga sedap di kantong hehe.. cuma dengan 15K IDR saya sudah bisa menikmati Single scope with 1 topping froyo.

Selain 6 froyo di atas, benernya aku juga sudah icipi froyo2 ain, seperti IcyBlue dan punya Quickly. Sayangnya, 2 froyo ini masih belum bisa masuk Top5-ku. Tapi, namanya juga selera. Yang aku bilang nggak enak belum tentu orang lain juga bilang gitu. It’s just my humble opinion😀