Pagi2 baca FB-nya temen yg lg di Bali, dia bilang: Bali gempa!! Yaiiks… it happens again!!😥 tapi mau ga mau, suka ga suka, kita harus terima gempa sebagai bagian dari ‘harta’ Indonesia. Karena kita adalah negara kepulauan yg, pastinya, dikelilingi oleh lautan. Nggak cuma itu, kita juga diapit oleh lempengan Pasifik, Eurasia, dan Australia, yang kalo ada pergeseran dikiiiiiit aja dari salah satu lempengan itu, maka bisa terjadi gempa tektonik. Belum lagi ratusan gunung berapi yg berjejer dari Sumatra sampai Nusa Tenggara. Kalo perut mereka lagi bergejolak, maka gempa vulkanik pun tak terelakkan.

Baru2 ini aku dapat email dari teman, isinya tips selamat dari gempa yg dibuat oleh Doug Copp, Rescue Chief and Disaster Manager of American rescue Team International.

1. Hampir semua orang yang hanya “menunduk dan berlindung” pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami.
Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya

3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya
menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa?
Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat !

7. Jangan pernah lari melalui tangga.
Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco
semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang
aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.
Sebarkan informasi ini dan selamatkan nyawa orang yang anda cintai.
http://www.amerresc ue.org/triangleoflife.htm

Secara garis besar, saat gempa terjadi kita perlu berada di Segitiga Kehidupan. Itu adalah ruang kosong yg tercipta bila ada bagian besar bangunan, tembok, pilar, dll yg patah dan menimpa benda solid lainnya, misal tempat tidur, sofa, mobil. Semakin tinggi benda solid tersebut, semakin luas segitiga kehidupan yg diciptakan. Teori ini bertentangan dengan cara penyelamatan konvesional Dug, Cover and Hold (Jongkok/Tiarap, berlindung, dan berpegangan), yang tentu saja jadi kontroversi sampai sekarang.

Menurutku sih, teori ini masuk akal banget. Walo memang ada beberapa eksepsi yg kudu diwaspadai, seperti: 1) ternyata pas kita berlindung di samping benda solid, justru kita tertimpa atap/plafon, langsung dari atas. Sepertinya ini yg diprioritaska oleh teori satunya. Kalo kita berlindung di bawah meja, tentu aman dari kondisi ini. 2) ternyata pilar/tembok yg sudah jadi segitiga kehidupan buat kita itu, tiba2 tertimpa benda berat lainnya yg menyebabkan dia pecah/patah lagi jadi dua dan malah nimpa kita. 3) ternyata benda solid-nya tidak cukup solid dan malah ambruk pas tertimpa tembok/pilar,

Yaaah… semoga kita tidak perlu membuktikan sendiri kebenaran teori ini, alias… jangan ada gempa lagi.. -_-