Disclaimer: Posting ini penuh dengan foto2 narsis Cicit.

Bagi yg nggak kuat, dimohon untuk segera beranjak dan menyudahi niat untuk membaca postingan ini😉

Jujur, aku tuh benernya paling males kalo dapat undangan pesta, terutama sih pesta pernikahan. Alasannya banyak dan menyangkut berbagai bidang, dari ekonomi yaitu harus menyisihkan beberapa lembar merah untuk angpo (yg berarti mengurangi jatah makan2ku hehehe), bidang psikologi yaitu harus menyiapkan mental dengan pertanyaan: “Kapan nyusul?” (apalagi kalo nggak punya gandengan macam sekaran gini), bidang kesehatan karena pasti nggak tahan untuk nggak makan hidangan2 yg begitu menggiurkan, dan bidang fashion alias bingung milih baju.

Yah, sudah pada tau kan kalo bodiku termasuk yg “semlohai”, berlekuk-lekuk tak menentu alias lemak di mana mana😆 Jadi susah banget nemui gaun pesta yg mau bekerja sama dengan bodiku. Alhasil, tiap kali mau ke pesta, aku mesti pusing 2 keliling (kalo 7 keliling capek hehe). Tidak terkecuali pesta pernikahan temanku kemarin.

Awalnya aku nggak terlalu bingung, karena aku baru beberapa bulan lalu beli cocktail dress, dan pikirku aku pake aja ke pesta itu.

Ternyata aku diberi tahu teman kalau pestanya di hotel berbintang dan resmi banget. Gludaakk!! dress-ku itu pastinya terlalu santai lah buat pesta resmi.Udah gitu, setelah melihat fotoku dengan baju itu aku langsung… muneg2 hihihi

Walhasil, aku pun mulai cari2 dan bisa ditebak… nggak nemu😥 Sudah sizeku ini memang special, yg limited edition banget, terus modelnya tuh yg bener2 menonjolkan kelebihan (lemak)-ku. Kalo pun ada, harganya bikin mata melotot hehehe…

Akhirnya aku kembali dilema … apa iya pake baju itu? ato pake baju emas yg bikin aku tambah keliatan cling2 itu ?? Ato.. gaun kuning yg kata sepupuku  kayak spongebob itu ?? Hmmm… benernya ada sih gaun bagus, tapi itu seragam choirku.. lha sementara yg nikah itu ya temen choirku.. ketauan donk😛

gowns

ki-ka: cocktail dress, gold gown, spongebob dress, little black dress, choir gown

Iseng, aku buka2 lemari mama.Nggak berharap apa2 sih, soalnya ukuran mama lebih kecil dari aku. Tapi ternyata mataku menangkap seonggok gaun yg tergantung tak berdaya di pojok lemari. Benar2 nggak berdaya karena sebelahan sama jas almamater mama. Bayangin … jas itu kan udah nggak dipake berpuluh2 tahun lalu! Ngapain gaun itu ada di situ kalo nggak emang juga nggak pernah dipakai. Iseng (lagi), aku ambil terus aku coba. Pertamanya keliatan ginuk2 gitu… gundukan2ku terekspos dengan nyata. Terus aku coba siasati pake korset. Hupp..huupp.. tahan nafas.. seettt…seeett… Setelah bermandi peluh, kepasang juga korset itu. Terus aku berjuang lagi pake gaun itu. Beneran berjuang lhooo.. Lha wong gaunnya itu tiga lapis! Lapis paling bawah kain item tipis gitu. Lapis kedua kain silver kelip2. Lapis ketiga baru kain macem sifon yg melar gitu. Terus ngaca di cermin.. eh, lumayan juga!! Selendangnya aku sampirin buat nutup lengan. Wah… cantik!! *HAAAALLLLAAAAAAAAAAAHH* Setelah lenggak-lenggok di depan juri, yaitu papa, kakak, dan ipar, mereka mutusin aku pake gaun itu. dan kupakailah gaun itu ke pesta temanku hehehe

What’s moral of this story?? Treasure can be found in your parent’s closet!! hahaha becanda.. becanda.. Intinya sih kadang sesuatu yg kita anggap sampah (nggak berharga) itu bisa jadi berharga buat orang lain. Gitu juga sebaliknya. Terus juga, ketelitian bisa menguntungkan hehe. Pelajaran yg terakhir sih … If you need anything, turn to your parents first!! teteup…😀