Mungkin sejak jaman ortuku, sampai sekarang, siapa pun yg pernah mengenyam bangku SD diajari dan menghafal hal yg sama tentang Surabaya: Surabaya adalah Kota Pahlawan.

Ya, itu bener banget. Karena dulu arek2 Suroboyo dengan ke-bonek-annya bertempur melawan Belanda, menyobek bendera di atas Hotel Orange, bahkan menewaskan Mallaby. Aku tidak bermaksud mendiskreditkan sejarah itu. Tapi … apa ya cuma itu yg menjadi icon Surabaya ? Sebuah sejarah ? Tidak adakah sesuatu iconic tentang Surabaya di masa kini? Masa iya ntar jaman anakku SD dia masih mengenal Surabaya (hanya) sebagai Kota Pahlawan ?


Misalnya saja Bandung. Bandung itu gudangnya orang kreatif. dari musik, art, design, kuliner, semuanya nyeleneh dan inovatip. Maka, wajar banget kalo dijuluki Kota Kreatip. Atau.. Jogja yg kental banget dengan budaya kratonnya sehingga searang dianggap sebagai Kota Budaya. Kita, Surabaya, tidak perlu ikut2an dua kota itu lah. Jujur, kalo kretif2an, arek Suroboyo kalah kreatif sama Bandung. Mungkin hawa seger kota itu bikin encer sisi kreatif otak mereka kali ya. Terus kalo soal tradisi budaya, ya harus diakui Jogja masih memegang teguh budaya2 Jawa mereka.

Jadi kepikiran, apa ya yg bisa ditonjolin dari Surabaya? Diferensiasi apa yg bisa jadi added value Surabaya, sehingga bisa dijual dan jadi kekuatan ekonomi kita ? Sudah ada beberapa ide di otakku dan aku pengen sharing aja..

1. Shopping City

Dulu, Surabaya adalah tempat transitnya kapal2 dari luar negeri dan sampai sekarang masih jadi pusat untuk distribusi produk ke Indonesia Timur. Mumpung juga, sekarang perusahaan2 properti lagi getol2nya bikin mal. Nah, sekalian aja dijadiin pusat belanja. Semua produk tersedia di Surabaya. Dari yg kecil sampe yg buesar. Dari yg murah sampe yg muahal. Dari yg halal sampe yg.. eh, ini nggak boleh lah😛 Intinya, kalo orang mau beli barang, inget-nya Surabaya gitu. Kalo mau wisata shopping, langsung ke Surabaya aja.

2. Cyber City

Ini sih kepikiran dari janji kampanye salah satu cawali. Keren juga kalo bisa kayak gini. Pemkot bisa usahain infrastruktur sedemikian rupa sehingga misalnya 75% coverage Surabaya bisa akses WiFi FREE (yeeeaaah!!) Terus, semuanya bisa online, urus pajak, perpanjangan STNK, SIM, KTP, masuk sekolah, dll. Jangan lupa bagi2 proyek ke aku ya, pak/bu hihihi :p Anyway… selain infrastruktur online, Surabaya juga bisa jadi pusat cyber-kit. Perlu laptop, HP, BB, paling murah dan lengkap di Surabaya.

3. Sparkling City

Ini memang sudah jadi slogan STPB sejak beberapa tahun belakangan. Surabaya juga udah mulai dipercantik dengan gemerlap lampu. Tapi, menurutku nanggung. Nggak layak jual. Kalau mau pakai slogan ini sebagai komoditas Surabaya, harus all out. Tidak saja menggerlapkan kota dengan beribu-ribu lampu, tapi juga harus menata akomodasi khususnya tempat-tempat hiburan di malam hari. Eiitss.. hiburan malam kan tidak harus berkonotasi negatif. Walau jujur, aku membayangkan Surabaya menjadi Las Vegas-nya Indonesia gitu. Terlepas dari masalah norma agama, sebenarnya secara kultur-sosial Surabaya rada mirip Las Vegas, warganya doyan keluar dan berkegiatan di malam hari. Tinggal diupayakan aja agar tempat2 hiburannya maish dalam kategori “sehat”.. ata kalau memang tidak sehat.. bisalah dilokalisasi.. kan kita udah punya satu lokalisasi, kenapa nggak bisa nambah?? hehehe

4. Food-Center City
Alias kota Wisata Kuliner. Masakan Surabaya itu terkenal hao Cik Sen Cing Bing, lho. Banyak orang dari daerah lain ngakui itu. Ini juga sesuai sama kultur warga Surabaya yg hobi njajan hehehe. Pengennya sih, Surabaya jadi tujuan turis yg emang pengen ngicipi masakan dari berbagai daerah Indonesia, bahkan kalo mungkin DUNIA. Kayak Food Courtnya Galaxy Mall itu lhoh, di sana tersedia nyaris semua masakan Surabaya yg terkenal. Nah, ini skalanya diperbesar, jadi Indonesia, dengan tempat yg juga diperbesar, yaitu Surabaya. Terserah pemkot mau ngaturnya gimana. apa 1 region 1 masakan daerah, atau justru 1 region semua ada.

5. MICE City

Bukan kota tikus lhoo… tapi Meeting Incentive Convention and Exhibition, alias tempat jujugan pariwisata dalam kelompok besar yg tujuan utamanya ya 4 hal itu. Jadi, perbanyaklah convention hall yg representatif, lokasi2 pameran, tempat meeting, dll. Selain itu juga warga juga harus open-minded dan nerima segala jenis, tipe, prinsip dari para komunitas yg mau ber-MICE di Surabaya, termasuk juga nerima dengan lapang dada kalo ada komunitas “aneh” mau gathering di Surabaya (kayak yg kemarin baru ditolak itu lhoo). Kan udah jadi resiko pekerjaan😛

Dari beberapa ide di atas, kamu pilih yang mana ? Atau justru.. punya ide lain ? Silakan tulis di komen ya. Ada hadiah menanti buat yg beruntung🙂

Note: Credits for above pictures are given to sites who linked at the picture.