Tiga minggu lalu aku dapet undangan kencan via FB. Nggak tanggung-tanggung, yg ngajak kencan adalah 4 cowok Menado yg ganteng2 huaaaaaaaaa… Tante mau dooonkkk xixixixi *ketawa ala Tante Girang*😛

Sayangnya, yg diajak kencan bukan cuma aku, tapi juga 100 orang wanita dan pria (???) lainnya. Haaaaaaaahhh ?!?!?! Ya, iya laaaah… kami semua emang diajak kenbar (kencan bareng lho yaa..  bukan kencing bareng :P) di acara konser yg bertajuk A Romantic Evening with Favore.

Favore adalah grup vokal yg terdiri dari 4 pemuda Sulawesi Utara. So pasti … ganteng-ganteng😉 Tapi tentu saja bukan tampang yg dijual, melainkan talenta menyanyi mereka. Ceritanya, grup vokal ini di”temukan” oleh Richard Awuy, guru vokal yg juga orang Menado. Bisa nebak kagak yg mana yg Favore mana yg Richard ?? cluenya: Favore = ganteng hehehe.. (Buat ko Richard: peace!! :p) Anyway, Favore membandrol diri sebagai Il-Divo-nya Indonesia. Gara2 tagline ini pula aku rela mengeluarkan 100K IDR dari dompetku yg mulai kosong. Habisnya aku penasaran… siapa sih mereka? beraninya nyama2in dengan suami2ku itu (maksudku personilnya il Divo). Selain karena penasaran, benernya aku nonton jg karena yg bikin acara tuh temenku sih hehehe..

Jadi, Sabtu malam tanggal 12 Juni 2010, meluncurlah diriku ke Gramedia Expo. Acaranya sendiri diadakan di Library Cafe. Setelah ambil tiket, ttd, foto2, aku segera cari temenku yg sudah duluan dateng. Karena berkonsep “kencan”, maka undangan tidak duduk di kursi2 yg berderet layaknya konser pada umumnya, tapi kami duduk per meja. Lebih nyantai sih, tapi jauh dari kesan romantis. Mungkin juga karena suasana dari cafenya. Memang sih pencahayaannya remang2, tapi replika bendera negara2 peserta piala dunia yg warna-warni bener2 melenyapkan mood romantis😛 Tiket 100K IDR tadi sudah include minuman pembuka.

Nyaris jam 8, acara pun mulai. MC memperkenalkan Favore, lalu mereka mulai bernyanyi. Aku lupa judul lagu2 yg mereka bawakan. Tapi yg pasti semalaman itu mereka menyanyikan lagu2 yg juga dibawakan ulang oleh il-Divo asli, dengan aransemen yg sama. Persis yg asli ga ??

Hmm… yg pasti, kualitas Favore jauh di atas Idol Divo-nya Delon, dkk itu deh. Boleh dibilang… il-Divo KW 2 ato KW 3 gitu lah. Suara classic semi seriosa dengan tremolog yg sangat kental. Sayangnya, malam itu rasanya suaran mereka nggak maksimal. Mungkin kualitas suara mereka teredam sound system yg kurang yahud. Suaranya jadinya tenggelam, kurang cling. Aku bisa bilang gitu, karena bunyi minus-one yg mereka pakai pun terdengar gembret. Sayang banget. Harusnya mereka take risk dengan perform tanpa sound. Toh Library nggak gedhe-gedhe amat. Ato kalo nggak, make sure sound-nya yg bagus lah.

Selain terganggu dengan kualitas sound, aku juga beberapa kali (terpaksa) memicingkan mata, hidung, dan telinga karena mendengar note pitchy dari tenor1-nya. Terutama sih pas di akhir2 lagu, di mana mereka selalu main di range atas. Bukan false sih… cuma pitchy aja.. jd geli2 gitu di telinga (waduuh… kok aku transform jadi mbak Iik-nya AFI gini, yaaa??)

Tapi jangan salah … meski kritikanku setumpuk gitu, aku tetap mengacungi jempol akan talenta Favore yg luar biasa itu. Cukup pantaslah jika mereka pakai tagline Indonesian Il-Divo. Aku juga menikmati flow dari konser itu. Santai, friendly. Ada 2 momen favoritku, yg pertama pas Favore nyanyi Unchained Melody (versi Latin/Italy). Mereka yg tadinya di depan (deket dengan VIP) terus pindah ke tengah, tepat di depan mejaku hehehe. Terus mereka kasih bunga gitu ke penonton cewek (sayangnya nggak ke aoku😉 ) Yang juga bikin seger suasana adalah pas mereka nge-jam lagu Rek Ayo Rek. Buat aku, meski cuma secuil, lagu itu justru lagu yg paling keren hehehe.

Overall, malam minggu yg cukup menyenangkan🙂 Buat Favore… kapan nih bikin album sendiri ??😀

ALL PHOTOS are TAKEN BY and BELONG TO Alfen Gustav. Thus, ALL CREDITS belong to him🙂