Udah lama banget nggak nonton konser choir. Yang paling nyesel ya pas nggak bisa nonton Phillipine Madrigral Singers gara2.. lupa!! *toeng* Makanya pas kemarin dengar Batavia Madrigal Singers mau konser di Surabaya, aku bela2in nonton deh. Biar kata tiketnya rada2 mahal, biar kata juga materi buat ngajar Senin belum kelar, atau (yg lebih parah) skip gereja *upps*.

Buat pecinta choir pasti sudah tidak asing donk dengan nama Batavia Madrigal Singers (BMS). Salah satu choir ter-OK di Indonesia. Walau mereka menamakan diri singers tapi jumlah dan tipikal performanya adalah choir.. apalah arti sebuah nama, tul nggak? Oya, gimana nggak keren.. pimpinannya aja Pak Avip Priatna, lalu buat bisa nembus masuk jadi salah satu singers kabarnya sih susyaaaah. Nggak heran juga BMS sering banget menjuarai kompetisi/festival choir internasional. Melanglang buana di luar negeri, kabarnya juga sih justru BMS belum pernah tour concert di Indonesia. Konser di Surabaya dan Malang ini adalah konser pertama mereka (CMIIW, please.. aku dapet kabar ini dari status teman yg kebetulan ikutan ngurus konser ini)

Konser di Surabaya diadakan di Auditorium UK Petra, tanggal 13 Februari 2011 jam 4 sore. Jamnya rada aneh sih.. biasanya konser2 kan jam 6 atau 7 gitu. Aku dan teman2 beli yg tiket Regular/Balcony. Tapi ternyata pas udah duduk di balkon, kita diminta duduk di bawah sama panitia. Ya udah lah.. kan lebih enak juga.

BMS mengawali acara dengan komposisi karya Knut Nystedt, Komm Suesser (Ayo, Manis). Pasti belom pernah denger lagunya kan? Aku jg belom kok.. Lho kok tau artinya? Google Translate, donk hihihi😛 Anway, meski judulnya manis, ternyata lagunya cukup “dark”. Assiknya, BMS tidak bernyanyi dengan posisi standar choir, yaitu berbaris berjajar, melainkan membentuk nyaris lingkaran, mengelilingi sang dirigen, Pak Avip. Suaranya …. uuuiiiihh!!! Two Thumbs UP! Resonansi mereka memenuhi gedung. Belum lagi super blend, kuantitas dan kualitas suara Sopran, Alto, Tenor, dan Bass-nya imbang. Meski aku yakin 1000% lagu ini sulit luar biasa (Accapella dengan chord2 yg nggak lazim) tapi terdengar.. ringan. Maksudku, penonton bisa menikmati tanpa perlu mengerutkan dahi. Lagu kedua dan ketiga mereka adalah Alleluya (Ralph MAnuel) dan Stabat Mater (J.Karaf). Juga lagu2 acapella yg pastinya kalo aku disuruh nyanyi bisa muntah2 yg denger hihihih😛 Mereka berganti posisi di setiap lagu. Pas di tengah2 lagu Alleluia, tiba2 di luar badai. Suara hujan dan anginnya kenceeeenngg banget, kayak suara truk lewat tapi nggak selesai2 gitu. Tapi, hebatnya nih… suara BMS masih bisa mengalahkan suara badai itu. Masih tetap memenuhi seluruh auditorium. KUERREEEEN!!

Sesi satu diakhiri dengan rangkaian lagu2 misa komposisi dari Steve Dobrogosz. Kali ini mereka diiringi string ensemble Chorda Sonum dan master pianist Glenn Bagus. Kualitas BMS jangan ditanya deh… tetap flawless. Meski memang pas lagu Glorianya membosankan. Untunglah… bawa kamera, plus.. ada “target” yg lumayan hihihi. Aku pun asik moto2 sambil tetep menikmati tentu saja. Toh, kalau kualitasnya sebagus ini apa yg bisa digosipin dan di”cacat” sama temen, ya nggak ? hihihi. Eh, tapi Agnus Dei-nya assik lho.. rada jazzy gitu.. jd malah berasa di cafe deh😀

Setelah jeda 10 menit, BMS kembali tampil. Masih diiringi Chorda Sonum dan Glenn Bagus, kali ini membawakan komposisi2 dari John Rutter , yaitu:

  • O Be Joyful
  • All Things Bright and Beautiful
  • Wings of The Morning
  • I Will Sing with The Spirit
  • Look At The Worlds

Jujur, aku sempat mikir “Haah? Nggak salah nih ?” Soalnya menurutku, lagu2 di atas tuh bukan level mereka banget! Apalagi dibawakan ntuk konser. Choirku saja yg levelnya jauh di bawah BMS  merasa yg pantas dikonserkan adalah O Be Joyful, sementara lagu2 lain (kecuali Wings of The Morning) biasa kami bawakan pas pelayanan. Istilahnya, lagu harian. Bahkan beberapa koor wilayah di Surabaya juga sering membawakan lagu itu. Tapi aku pikir, tentu saja kalau BMS yg membawakan pasti beda lah yaaaaa…

Dan benar, emang beda! Beda banget dengan sesi 1, maksudnya. Masih buaaguuuss sih. Masih ulem dan blend. Nggak ada istilah suara tikus kejepit, fals, atau miss 1 nada pun. Tapi resonansinya jauh berkurang dari sesi 1. Awalnya aku mikir, apa iya gara2 aku pindah duduk. Soalnya tadinya aku duduk di samping panggung rada ke belakang. Terus sesi 2 ini aku di VIP, “ngambil” tempat duduk romo yg harus pulang duluan buat misa. Tapi masa iya VIP lebih nggak enak dari regular ? Terus kepikiran lagi, mungkin juga karena lagu Rutter kan harus ringan suaranya, jadi resonansi dikurangi. Itu cuma kira2 aja sih. Siapa aku meragukan kemampuan Avip Priatna?

Tapi yg mungkin lewat dari penilaian Pak Avip adalah soal kejayusan penyanyi2nya membawakan lagu2 itu. Nyaris tanpa ekspresi, atau ekspresinya serius banget. Semua sibuk nunduk baca part lagu2 yg (kecuali Wings of The Morning) bisa dihafal luar kepala oleh aku (yg pastinya bukan apa2 dibanding mereka). Padahal lagu2nya itu lho joyfully. Entahlah, aku cuma tidak merasakan kegembiraan dari lagu2 itu.

Masih dari John Rutter, sesi 2 dilanjutkan dengan lagu2 Spiritual macam Battle of Jericho, Steal Away, I Got Robe, Sometimes I Feel Like a Motherless Child, Everytime I Feel The Spirit, Deep River, dan When The Saints Go Marching In. Yang ini aku malah lebih melongo. Kualitas suara sih, tidak perlu diragukan lah haai… walau, menurutku bass-nya sedikit kurang besar. Tapi… nyanyi spiritual dengan bawa map? How could you move your body with the rythm then ? Thus, how could you sing a Spiritual Song without a rythm in your body? Ini bukannya aku sok tau.. suer, aku mah bukan apa2. Cuma kapan hari pernah ikutan workshop tentang negro spiritual di kelas Prof. de Quadros, dan beliau berkata hal yg serupa. Beliau menyuruh kami melepas teks dan bahkan gerak ngikut rythm pas nyanyi. Dan memang soul-nya langsung dapet, walau memang dari segi suara masih jauh dari orang2 aslinya. Itulah kenapa, akhirnya choirku memutuskan untuk nggak dulu konser negro spiritual. Daripada (lebih) malu2in hihihi😛 Dan sekali lagi apa yg dikatakan Prof. de Quadros terbukti. Dengan nyanyi bawa map, BMS tidak dapat soul dari lagu2nya.

Anyway, kecuali lagu pertama dan lagu terakhir, lagu2 di sesi Spiritual ini ada solis2nya. Jadi choirnya kebanyakan cuma ngiringi solisnya. Yang pertama Fitri Muliati yg solo di Steal Away dan Everytime I Feel The Spirit. Mbak yg satu ini suaranya kuereeen banget. Yang kedua, alto, Indah Pritanti, nyanyi I Got Robe dan Deep River. Suaranya juga bagus.. tapi kayaknya tegang banget dan pronouncenya nggak jelas. Yang terahir Rainier Revireino (susah amat, mas, namanya), solo bas yg nyanyi Sometimes I Feel Like a Motherless Child. Ternyata suaranya sekeren tampangnya ihihihi.. *suit2*😛

Konser ditutup dengan encore 2 lagu. Pertama, kalo nggak salah lagunya The Beatles ya.. lupa judulnya. Ini juga solo, Depe, yg pernah ikut Indo Idol itu, kalo nggak salah dulu anggota Gracioso Sonora deh. Buat aku, ini solo yg paling keren sepanjang konser! Meski suaranya secara teknik tidak sempurna, tapi dia nyanyinya dari hati. Aku yg dari awal sesi2 sibuk motret2 (karena bosen) langsung diam terpaku. Mata tertuju ke dia.  Nggak peduli sama penyanyi2 lain (bahkan si ganteng :P)  Ini yg sedari sesi 2 aku tunggu2. Lagu yg bisa bikin aku tercenung kayak gini.

Overall? Tetep aja BMS jauuuuuh lebih bagus dari semua choir di Surabaya (apalagi choirku). Layaklah kalau memang sering menang lomba2 gitu. Nonton konsernya kemarin pun aku nggak ngerasa rugi kok. Hanya memang aku nggak standing ovation seperti nyaris seluruh penonton lainnya. Maaf, bukannya aku sombong atau nge-sok. It’s just.. Ekspektasiku untuk konser choir sekelas BMS tidak terpenuhi.

Ketika membeli tiketnya, aku berharap dapat menikmati lagu2 madrigal. Lagipula, bukannya itu memang genre mereka? Jadi memang, benernya wajar kalau rada nggak cocok nyanyi lagu2 Rutter atau Spiritual sih. Atau, kalau tidak lagu2 madrigal.. at least lagu2 sekelas sesi 1 lah. BMS gitu lhooo.. Aku rasa para penonton konser kemarin juga berharap yg serupa. Toh, yang nonton kemarin itu adalah komunitas pecinta choir, bukan umum. Jadi aku rasa saat membeli tiket mereka sudah tau BMS itu siapa, kualitasnya bagaimana, dan sudah ekspek bakal denger lagu2 yg seperti apa.

Jadi … kapan nih BMS konser Madrigal di Surabaya ?😀