Archives for category: cuap cuap ga jelas

Kemarin seorang rekan kantor membawa hasil kebunnya berupa pisang. Sebenarnya tidak ada yg aneh dengan pisangnya.. hmm.. maksudku buah pisang yg ia bawa hehehe ๐Ÿ˜› Bukan buah pisang berdaun sirih, atau pisang berkaki lima, kok. just an ordinary banana. Yang extra-ordinary cuma ukurannya. Yup, pisang ini endhut ๐Ÿ˜†

panjang 20 cm

Panjangnya sih menurutku masih wajar, sekitar 20cm-an. Tapi badannya gedhe! Diameternya sekitar 6 cm. Coba hitung, berapa keliling permukaan dan volume buah pisang itu ? ๐Ÿ˜†

100_1898Kata temanku, itu masih babby-nya. Bo’ … babby-nya segitu, emaknya seberapa, yaaaa…

Dilihat-lihat… pisang ini kok rada2 mirip aku, ya.. hehe tinggi average dan berpenampang luas ๐Ÿ˜† Lucunya lagi, karena yg bawa cowok, dan yg pada terkagum-kagum itu cewek2… jadinya ada teman yg iseng pasang status YM “Ada yg pernah lihat pisangnya pak Andi (bukan nama sebenarnya)?” Bahkan rekan seruanganku niat banget bawa pulang pisang itu untuk dipamerkan ke suaminya hahahaha ๐Ÿ˜†

Advertisements

Suatu pagi Andi memutuskan untuk menghadap ke Pak Joko, direktur personalia dan setelah saling mengucap salam maka Andi segera dengan bersemangat menyampaikan maksud hati dan segala uneg-unegnya kepada Pak Joko untuk meminta kenaikan gaji. Pak Joko setelah menatapnya beberapa saat kemudian tertawa, mempersilahkannya untuk duduk dan berkata, ‘Ha ha ha, dengar kawan, anda itu bahkan belum bekerja untuk perusahaan ini meskipun satu hari..! masa sekarang mau minta naik gaji?’

Tentu saja Andi sangat terkejut mendengar hal itu namun pak Joko segera meneruskan,
Joko: ‘Coba katakan ada berapa hari dalam setahun?’
Andi: ‘365 hari dan kadang-kadang 366 hari.’
Joko: ‘Betul, sekarang ada berapa jam dalam sehari?’
Andi: ’24 jam.’

Joko: ‘Berapa jam kamu bekerja dalam sehari?’
Andi: ‘Dari jam 08:00 s/d 16:00 jadi 8 jam sehari.’
Joko: ‘Jadi, berapa bagian dari harimu yang kamu pakai bekerja?’
Andi: ‘(mulai ngitung dalam hati…..8/24 jam = 1/3)….sepertiga! ‘
Joko: ‘Wah pinter kamu!, Sekarang berapakah 1/3 dari 366 hari?’
Andi: ‘122 (1/3×366 = 122 hari)’
Joko: ‘Apakah kamu bekerja pada hari Sabtu dan Minggu?’
Andi: ‘Tidak Pak!’
Joko: ‘Berapa jumlah hari Sabtu dan Minggu dalam setahun?’
Andi: ’52 Sabtu ditambah 52 Minggu = 104 hari.’
Joko: ‘Nah, kalau kamu kurangkan 104 hari dari 122 hari, berapa yang tinggal?’
Andi: ’18 hari.’
Joko: ‘Nah, saya sudah kasih kamu 12 hari cuti tiap tahun. Sekarang kurangkan 12 hari dari 18 hari yang tersisa itu berapa hari yang tinggal?’
Andi: ‘6 hari.’
Joko: ‘Di hari Natal dan Tahun Baru apakah kamu bekerja?’
Andi: ‘Tidak pak!’
Joko: ‘Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?’
Andi: ‘4 hari.’
Joko: ‘Di hari Idul Fitri dan Idul Adha apakah kamu
bekerja?’
Andi: ‘Tidak pak!’
Joko: ‘Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?’
Andi: ‘2 hari.’
Joko: ‘Sekarang sisa tersebut kurangi dengan Libur Waisak, Imlek, Nyepi, 1 Muharram, Maulid Nabi, Isra’ Mikraj, Wafat Yesus, Kenaikan Isa al Masih, Proklamasi.. ………, berapa hari yang tersisa?’
Andi: ‘…???….. ….gak ada sisa pak.’

Joko: ‘Jadi sekarang anda mau menuntut apa?’
Andi: ‘Saya mengerti pak, sekarang saya sadar bahwa selama ini saya sudah makan gaji buta dan telah
mencuri uang perusahaan dengan tidak bekerja sedikitpun. Saya minta maaf’
Joko: ‘ya udah, keluar sana!’

Hahaha… itu joke yg dikirim seorang teman ๐Ÿ˜€ Gawat juga ya, kalau punya bos macam Pak Joko ๐Ÿ˜† Tapi entah aku yg mode bijaksana-nya lg ON atau gimana, aku merasakan sedikit moral of the story dari joke jayus itu.

Simple, sih.. joke itu menyindir kenyataan bahwa banyak orang cenderung untuk meminta hak-nya tanpa melihat kewajiban-nya. Karyawan minta naik gaji, tapi kerja malas-malasan; pelajar minta lulus pelajaran, tapi tidak belajar; orang tua minta dihormati anak-anak, tapi tidak menunjukkan perilaku yg pantas dihormati; semua orang ingin masuk surga, tapi bikin dosa setiap hari; dll.. dsb… dst..dkk.. Yah, gitu deh… cukup bikin aku merenung dan memutuskan untuk lebih giat bekerja daripada ngomel-ngomel soal gaji hehe ๐Ÿ˜›ย  Selain itu.. joke di atas juga mengingatkan kita… kalau punya manajer personalia seperti itu, mending keluar aja deh! hahaha… ๐Ÿ˜†

*thanks for Diana yg sudah kirim email ini ke aku*

Hari ini Jatim Pilgub putaran 2 , lho .. dah tau kan ?? Banyak kantor libur, tp kantorku masuk 1/2 hari .. payah ๐Ÿ˜ฆ hehehe ๐Ÿ˜› Pilihannya.. KaJi dan Karwo (kalo ga salah ya hihihi). So… Cicit pilih sapa neh ?? Cicit pilih …. ngenet di rumah!! ๐Ÿ˜† Serius. Kali ini Cicit mutusin untuk golput.

I know.. i know… golput is wrong. Kita punya hak pilih, harus digunakan, demi demokrasi, bla bla bla… Aku tahu itu dan (tadinya) sangat tidak setuju dengan golput. Tapi, aku juga punya alasan tersendiri kenapa akhirnya aku merelakan suaraku tidak terpakai.

[kenapa ?]

Seperti hendak menebus ‘dosa’ karena berhari-hari telah membuat warga Surabaya jadi ikan asin (saking panasnya), hari ini matahari memutuskan untuk off dulu dan sembunyi di balik mendung.ย  Well, at least pagi ini sih, nggak tahu lagi nanti siang ๐Ÿ˜› Selain mendung, ternyata Senin pagi ini juga diselimuti kabut. Kabut, saudara! Jarang-jarang tuh Surabaya dapat kabut ๐Ÿ˜€

image source: http://www.capturethisphotography.com

[The Kabutz]

Senin pagi yang cerah kujalani dengan santai. Jalanan pada jam 6.45 memang masih lengang, menyenangkan sekali berkendara di pagi hari seperti ini (tanpa mengingat betapa menyebalkannya bangun pagi, tentu saja ๐Ÿ™‚ ) Namun, di jembatan B.A.T, sembari menunggu lampu lalin berubah hijau, perhatianku terusik. Karena berada di deret terdepan, mobilku dikelilingi beberapa sepeda motor, mungkin sekitar belasan. Awalnya yang menarik perhatianku adalah ternyata sepeda-sepeda motor itu hampir seluruhnya membawa anak sekolahan. Itu bisa kusimpulkan ketika melihat seragam adik-adik itu, merah, biru, dan abu-abu. Kesemuanya dibonceng. Ada yang di belakang, ada yang di depan, ada pula yang diapit dua orang dewasa. Baru kusadari kemudian, ada hal lain yang menarik (tapi tragis). Sebagian besar anak-anak itu tidak memakai helm! Lha, apa emang helm itu khusus hanya buat orang dewasa ya (R-Rated) ??

Read the rest of this entry »

MERDEKA, reek!! Sebagai prolog saja, sebenarnya ide menulis postingan ini sudah ada sejak kira-kira sebulan yg lalu. Tapi sengaja aku empetempet (tahan-red) biar sekalian sama momen 17-an ๐Ÿ™‚

Suatu malam, saat aku pulang kerja, tak sengaja mataku menyambar sebuah billboard iklan rokok. Tidak ada apa-apa di papan besar itu, hanya dominasi warna biru ciri khas si rokok dan tulisan:

“Apakah Anda Merasa Bangga Menjadi Bangsa Indonesia ?”

Jawaban spontanku tentu saja : “Ya iya laaaah… masa ya iya… (terusin deh, basi banget kalau aku yg terusin hehe)” Tapi, seperti biasa, jawaban emosional itu segera dilanjutkan oleh otak pemikirku, “Apa coba yg buat kamu bangga ?” Emosiku terdiam. Untunglah otakku tidak. Dan akhirnya, setelah merumuskan selama beberapa jam, di saat mata mulai terbuai kelam, aku pun berhasil merumuskan alasan-alasan itu.

[7 Alasanku]

Iya.. betul… she’s the same mama yg sering aku keluh-kesahkan, yg sering bikin sebel dan BT. Lagian, mana mungkin sih kita ganti ibu ? Kalo ganti bapak.. nah itu masih mungkin LOL ๐Ÿ˜€ Anyway, by the way, bus way… dibalik kesebelanku, sebenarnya aku mengagumi sosok wanita dalam hidupku ini. (Episode serius dimulai)

[Kehebatan mamaku]

Jumat lalu di kantorku ada training untuk dosen dan staff yang bertajuk โ€œMenulis itu Mudahโ€. Secara garis besar, topik yang dibawakan adalah aturan-aturan menulis jurnal ilmiah dan tips & trick bagaimana menulis artikel (popular) yang menarik. Sebenarnya banyak sekali tips-tips yang di-share-kan si pembicara artikel popular, terutama bagi awam seperti kami. Tapi aku meragukan apakah segunung tips untuk menjawab pertanyaan โ€œBagaimana menulis artikel yang menarik?โ€ itu akan menjadikan orang mulai mentorehkan pena di kertas/menghidupkan PC/membuka laptop untuk menulis artikel (atau apa pun). Karena, menurutku, pertanyaan terbesarnya bukanlah itu, melainkan โ€œApakah tulisan saya cukup menarik ?โ€ dan pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan teori โ€œmenulis artikel yang menarikโ€

[Terus bagaimana ?]

Sweet Day di sini bukan “Hari Manis a.k.a Menyenangkan” lho.. tapi “Hari Permen” !! ๐Ÿ˜€

[Kok Bisa ?]

Kalau kamu mau tahu bagaimana cara menghilangkan uang dalam 1-2 hari, tanyalah pada ahlinya: AKU!!

Maksudku bukan ‘hilang’ dalam arti menghabiskan (spent), lho. Tapi benar-benar hilang, raib. Paling tidak hilang dari ingatanku untuk apa aku menggunakan uang itu.
[Becanda, yaaa?]