Archives for category: Jalan-Jalan

Kuburan.

Brrr… begitu dengar kata itu pasti cuma kebayang 1 kata: SERAM!!! *biting nails* Tapi di Toraja, justru kuburan jadi objek wisata utama, lho. Emang sih, awalnya pas cari referensi wisata Toraja aku juga ngerasa aneh, kok yg muncul tempat pemakaman mulu ya? Masa iya liburan malah ke kuburan? Udah kebayang deh liburan ini bakalan jayus. Tapi, setelah tahu bahwa kuburan2 di Toraja tuh unik, aku jadi semangat buat ke sana. Hehehe.. wisata kuburan nih ceritanya 😀

[Serem2 Empuk]

Advertisements

Nggak sampai seminggu setelah pulang dari Tomohon, aku ngelayap lagi ke Semarang. Kali ini sih karena tugas dari kantor. Benernya cukup lama jg aku di Semarang, Rabu-Minggu. Tapi nggak (sempat) ke mana2. Kerjaanku makan waktu dr pagi sampe sore, malemnya aku udah tepar.Meski gitu aku sempat ngicipi beberapa kuliner di Semarang dan sekitarnya.

Read the rest of this entry »

Ya.. ya.. I know.. I know.. Pas baca judul postingan ini pasti temen2 mikir “Tuh kan .. nggak mungkin cicit pergi2 nggak pake ngicipi kulinernya” hehehe . Ya iya lah … apalagi kali ini perginya ke Manado/Tomohon yg kulinernya terkenal unik dan yummmyyyy *sluurrpp* Belum apa2 udah nge-ceess duluan nih. Btw, buat yg muslim.. jangan khawatir, nggak semua makanan Manado haram, kok. Di postingan ini, yg haram udah aku labeli ‘sticker’ babi ngepet pink.

[Yang enak2 di Tomohon dsk]

Sekali lagi kami berhasil nyuri2 waktu buat plesir. Kali ini malah lebih nekat. Kami pergi di hari H konser hahahaha. Karena nggak pengen tll capek pas malam konser ntar, kami cari tempat yg dekat plus berangkat rada pagian.  Tadinya mau ke Danau Linoe. Sampai sana jam 8 kurang. Eh, ternyata belom buka. Akhirnya kita mutusin untuk ke Bukit Kasih Kanonang. Sekitar 45 menit perjalanan naik bis.. kalo nggak macet hehehe.

-[saksikan keindahannya]>

Foto ini judulnya “Cahaya Surga” hahaha.. bagus, ya? No editing lho. Aku iseng2 aja ngambilnya. Pas itu lagi jalan2 di venue Simposium, Bukit Doa Mahawu. Bukit ini sebenarnya digunakan sebagai jalan salib, ritual umat Katolik yang napak tilas kisah sengsara Yesus dengan menelusuri 14 stasi sambil berdoa dan membaca bacaan injil.

[lebih dekat dengan Bukit Mahawu]

Di postingan lalu aku sempat nyinggung soal perjalananku ke Manado. Well, lebih tepatnya sih ke Tomohon. Manadonya cuma mampir aja buat beli oleh2 hehehe. Hanya berjarak 45-60 menit perjalanan, Tomohon dapat dibilang Batu-nya atau Puncak-nya Manado. Letaknya di bukit, dikelilingi oleh bukit2 pula. Nggak heran hawanya sueeeejuuuukkk dan cocok sekali untuk bercocok tanam tanaman hias. Bahkan Tomohon telah menggelar Tomohon International Flower Festival.

Tapi kunjunganku ke Tomohon tidak ada hubungannya dengan festival bunga itu. Ya iyalah… lha wong festival itu diadakan Juli sedangkan aku datangnya Agustus. Aku ke sana untuk berpartisipasi dalam acara international lain yaitu Tomohon International Choir Competition.

Read the rest of this entry »

Kalau ada cukup banyak waktu di suatu tempat baru, aku selalu senang belajar sedikit tentang budaya tempat itu. Kali ini di Lombok, aku nyaris seharian belajar budaya Lombok, lebih tepatnya budaya suku Sasak. Oleh Pak Dahlan, berdasarkan instruksi dari pemilik travel yg adalah kenalan papa, kami dibawa Sasak Tour. Tour ini sebenarnya ke 3 tempat plus ke 2 pantai (Kutha dan Tanjung Aan). Tapi akan kutambahkan 1 tempat lagi, yaitu Puri Lingsar yg kami kunjungi di hari ketiga, karena aku merasa tempat ini cukup unik.

[Belajar apa aja?]

Pulau Lombok yg terhitung kecil jika dibandingkan Jawa, ternyata juga punya beberapa anak pulau yg mungil2. Hampir semua pulau2 kecil itu bernama Gili. Makanya aku sebut Gili Bersaudara atau The Gili Sisters hehehe bisa buat album rekaman tuh 😛 Di Lombok barat yg terkenal adalah si kembar tiga Gili: Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Di Lombok timur dan selatan  masih ada beberapa Gili lainnya, tapi aku juga tidak tahu persis nama2nya.

[Berkunjung ke 2 Gili]

Sebagai sebuah pulau, wajarlah jika komoditas terbesar Lombok adalah pantai. Bahkan selain bertani, pekerjaan utama penduduk Lombok adalah nelayan. Maka tak heran jika Lombok mengikuti jejak pulau tetangga, Bali, dengan mulai bersolek dan menjual keindahan pantainya.

Pantai di Lombok cenderung tenang, tapi dalam. Tidak seperti pantai di Bali yg surganya surfer, pantai Lombok lebih banyak dipakai untuk olah raga snorkling atau diving. Entahlah, mungkin ada juga pantai2 lain yg bisa digunakan surfer, tapi dari beberapa pantai yg sempat aku kunjungi, tak ada satupun orang yg bawa papan selancar.

[Pantai2 di Lombok]

Lombok. Beberapa tahun terakhir pulau yg berdampingan dengan Bali ini mulai naik daun, bahkan disebut-sebut sebagai alternatif tujuan wisata setelah Pulau Dewata. Minggu lalu, akhirnya aku dan keluargaku jadi juga liburan ke Lombok. Intinya maksa mode ON deh.. sengaja bela2in cuti 2 hari dan pake acara semi-ngerajuk ke ortu. Semi-ngerajuk, soalnya untuk liburan ke sana butuh duit yg nggak sedikit juga. Maklumlah, bawa sekeluarga (5 orang) plus ada batita pula… jadinya nggak bisa tidur ngemper (ala backpacker). Akhirnya disepakati bahwa biaya dibagi bersama: bokap tiket pesawat (yg harganya selangit gara2 keputusan H-2), aku kebagian biaya hotel, nyokap biaya makan, dan kakak biaya transport di sana.

Read the rest of this entry »