Archives for posts with tag: citra

Nyaris lima tahun kita bersama

Saat suka dan duka

Kau selalu ada

Tak beranjak dari sisi

Tak lelah menemani

Kini..

Dengan hati menangis kuharus berucap

Meski berat harus tetap terungkap

“Kita harus berpisah, sayang”

Bukan salahmu..

Keadaan yg memaksaku..

Meski kau tak lagi dapat menemaniku

Walau ada yg lain penggantimu

Percayalah..

Kau tak pernah kulupakan

Selamanya..

Oh…. Nokia 3200-ku

πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜†

Read the rest of this entry »

Akhirnya, setelah lama memikirkan, merenungkan, menimbang, mengaduk, menguleni, dan memanggang di dalam oven bersuhu 220 selama 45 menit (lha… emang mau bikin roti ?!?!) aku memutuskan untuk membuat blog baru, yaitu

http://sidosengaul.blogspot.com

Mungkin tidak banyak yg tahu profesiku dan memang sengaja di cicitcuit ini aku tidak banyak (bahkan mungkin tidak pernah) menulis tentang profesiku. Nah, blog baru itu justru isinya adalah hal-hal yg berkaitan dengan profesiku. Yup, aku adalah anak gembala seorang pengajar. Tepatnya staf pengajar tetap Information Technology Department of Universitas Ciputra Surabaya. Hopefully dengan blog itu aku bisa share ilmu yg aku punya, jg suka duka jd dosen hehe πŸ˜€

Kenapa di blogspot ?? Sebagai komparasi saja, dengan wordpress lebih nyaman mana πŸ˜€

So.. akhir kata, datanglah berduyun-duyun ke blog baru saya itu *nunjuk atas*. Tiada kesan tanpa kehadiran anda hehehe πŸ˜›

Awalnya cuma mau beli teh dan gula buat di kantor, ujung-ujungnya…
[Belanja apa aja sih?]

Iya.. betul… she’s the same mama yg sering aku keluh-kesahkan, yg sering bikin sebel dan BT. Lagian, mana mungkin sih kita ganti ibu ? Kalo ganti bapak.. nah itu masih mungkin LOL πŸ˜€ Anyway, by the way, bus way… dibalik kesebelanku, sebenarnya aku mengagumi sosok wanita dalam hidupku ini. (Episode serius dimulai)

[Kehebatan mamaku]

Sweet Day di sini bukan “Hari Manis a.k.a Menyenangkan” lho.. tapi “Hari Permen” !! πŸ˜€

[Kok Bisa ?]

Sabtu lalu aku mendapat SMS seperti ini:

“Define me in 1 word. 1 word only. Forward this to 10 friends and find out what you are in there their world. -blablabla-“

Ini kali kedua aku menerima SMS semacam itu. Tadinya aku berniat mau ignore karena dulu sudah pernah ku-forward. Tapi, akhirnya ku-forward juga ke teman-teman yg lain, walau tidak sampai 10.

[Words that defines me]

Ya.. ya.. itulah salah satu kata yang bisa dibentuk dari namaku. Selain racialist, ada juga art, rat, recital, artist, artistic, real, era, earl, licit, dan 454 kata lain yang merupakan anagram dari sebagian karakter namaku. Hmm.. beberapa memang sedikit banyak mencerminkan diriku. About the racialist one ? I’m not so sure bout it πŸ˜›

[Kok bisa tiba-tiba meng’anagram’kan nama gitu sih ?]

Pernahkah kamu menyapa orang dengan pertanyaan itu? Aku ramalkan hanya sedikit yang akan menjawab pernah. Bahkan mungkin ada yang mengernyit sambil berpikir β€˜ngapain nanya-nanya rambutnya orang?’ πŸ™‚ Bisa jadi, aku juga termasuk yang mengernyit kalau disapa begitu πŸ˜› Padahal aku cuma mengganti satu kata, yaitu β€˜perasaan’, dengan kata β€˜rambut’ saja kok πŸ™‚

Sebenarnya, pertanyaan aneh itu tiba-tiba saja muncul di otakku. Yah, tepatnya sesaat setelah aku pulang dari salon. Bukan bermaksud mau pamer nih, tapi aku β€˜punya’ rambut baru, lhooo.. πŸ˜€

my new hair

Entah kenapa, setiap keluar dari salon aku selalu merasa riang. Kepalaku terasa ringan seolah terangkat sudah separuh beban hidup (sayangnya bukan beban badan hehehe :P) Bahkan kali ini pengaruhnya sampai menginspirasi aku untuk menulis post ini.

Hmm.. sepertinya memang ada hubungan affair antara rambut dan perasaan, deh *pasang kacamata detektif*

[Hasil Penyelidikan]