Archives for posts with tag: etnik

Sound familiar? Ya, memang itu adalah tajuk sebuah acara yang mem-‘pleset’-kan (in a good way) pertunjukan broadway terkenal Phantom of The Opera. Itulah mengapa, aku antusias meminta Ella report di sini – (citra)

July 3rd, 2008.

Pulang kerja, setelah ganti baju, n touch up, aku dinner dulu dengan salah satu tvOne’s news presenter, Andrie Nugroho Djarot, terus kami berdua langsung meluncur ke Graha Bhakti Budaya – Taman Ismail Marzuki. Kami tiba di sana sekitar jam 19.15 WIB, acara The Phantom of Traditional Opera mulai pukul 20.00.

Kami duduk di barisan VIP yang tiketnya dijual seharga 75ribu rupiah. Kalau regular harganya 50ribu, dan mahasiswa harganya 30ribu rupiah.

Sebelum acara mulai, aku dikenalkan pada Pimpinan Produksi-nya yaitu Mbak Indriyani. Dia adalah manager dari Mahagenta, group yang memainkan The Phantom of Traditional Opera ini.

[Teatrikal Phantom ala Indonesia]

Sabtu, 10 Mei 2008, aku ke Gedung Cak Durasim lagi. Terakhir aku ke gedung itu ketika choir-ku konser, kira-kira satu bulan yang lalu. Kali ini gedung itu kembali menjadi sasana pagelaran konser paduan suara Surabaya. Concord Singer akan membawa para penikmat paduan suara menjelajah keindahan Asia dalam Wonderful Asia.

Concord Singer berdiri pada tanggal 10 Januari 2007, atas prakarsa Fritz Simangunsong, sang conductor sekaligus pelatih. Meski terbilang muda, tapi jangan diremehkan kemampuannya karena –seperti tujuan awalnya, yaitu mempersatukan penyanyi-penyanyi Surabaya di bawah satu wadah- anggota-anggota kelompok ini adalah penyanyi-penyanyi top di Surabaya. Boleh dibilang sebagian besar pentolan paduan suara-paduan suara se-Surabaya (dan Malang ?) tergabung dalam Concord Singer. So… bayangkan saja bagaimana jadinya jika orang-orang profesional dan ahli berkumpul jadi satu … 🙂 Kalau masih sulit membayangkan, bayangkan saja bahwa untuk konser di Cak Durasim yang cukup besar itu, mereka menyanyi tanpa mic! Ya, tanpa mic! Dan ternyata suara mereka cukup memenuhi ruangan itu lho. So.. lagi-lagi, untuk masalah teknis aku merasa tidak cukup berkompeten untuk berkomentar, meski sebenarnya aku punya pendapat sendiri. Jadi, lagi-lagi tulisan ini hanya review secara awam.

[Penasaran? Baca selanjutnya di sini]