Archives for posts with tag: pedas

Mungkin keluargaku adalah salah satu dari ratusan keluarga yg kompak nge-fans sama rasa pedas. Stiap makan, seenak apapun makanannya pasti deh dibubuhi banyak sambel. Kalau bibir tidak ndower dan badan keringetan kayak habis lari marathon gara-gara kepedasan.. rasanya ada yg kurang deh di ritual makan kali itu.

Nah, kali ini aku pengen kenalkan satu sambel yg jadi ciri khas meja makan di rumah, karena hampir selalu tersedia. Namanya Sambel Mbuh. Kenapa dinamai Mbuh ? Dulu sih aku pikir karena kalau udah makan sama sambel ini biasanya jadi lupa sama keadaan. Mbuh.. sakarep bodi melebar ke mana-mana, yg penting makan jalan terus hehe šŸ˜€ Tapi ternyata, disebut Mbuh, karena mamaku keliru ngucapin-nya. Yup, sambel ini adalah modifikasi dari sambel Mbeh punya Bali itu. Isinya rajangan (irisan tipis) bawang merah dan lombok. Kalo sambel Mbeh disajikan dalam keadaan mentah (cuma diguyur minyak), kalau sambel Mbuh semua ingridients itu digoreng. Kata mama, biar tahan lama.

[gimana sih bikinnya?]

Advertisements

Thank GOD It’s Friday!!

Ya, setelah 1 minggu super stress..Ā  sedikit ups dan buanyak downs šŸ˜› akhirnya.. minggu ini terlewati jg *fiiuh* Aku dan beberapa rekan di kantor pun memutuskan untuk makan di luar kantor. Target awal adalah Pempek Palembang dan Nasi Campur Tambak Bayan. Tapi, sejurus dengan perjalanan kami ke sana, seorang teman mengusulkan makan Bebek Leko. Dengar kata “BEBEK” dengan B-yg kental, air liurku yg sudah terkumpul pun makin banyak terproduksi, dan kepalaku kontan manggut-manggut. Teman-teman yg lain jg langsung setuju. Akhirnya, berbeloklah mobil yg kami tumpangi ke tempat makan di daerah HR Muhammad itu.

[Leko tenan]