Archives for posts with tag: surabaya

Tiga minggu lalu aku dapet undangan kencan via FB. Nggak tanggung-tanggung, yg ngajak kencan adalah 4 cowok Menado yg ganteng2 huaaaaaaaaa… Tante mau dooonkkk xixixixi *ketawa ala Tante Girang* šŸ˜›

Sayangnya, yg diajak kencan bukan cuma aku, tapi juga 100 orang wanita dan pria (???) lainnya. Haaaaaaaahhh ?!?!?! Ya, iya laaaah… kami semua emang diajak kenbar (kencan bareng lho yaa..Ā  bukan kencing bareng :P) di acara konser yg bertajuk A Romantic Evening with Favore.

[Siapa tuh Favore ?]

Advertisements

SURABAYA. Kotaku tercinta ini kemarin baru aja ultah yg ke-717. Jadi, sebelumnya aku mau ngucapin: HAPPY BELATED BIRTHDAY!! *muuaaah*

SURABAYA. Kalau dengar kata itu, apa yg pertama melintas di otakmu ? Sebagian besar orang akan menjawab spontan:

“Banjeeeeeeeeeeerrr!!” (maksudnya banjir)

“Panaaaaaaassse ngalah2i neroko!!” (ini yg bilang mantan penghuni neraka kali ya…)

“Bonek!”

“Macet, c*k!” (nggak usah, misuh ta lah, c*k)

“Polusi”

“Sampah”

“lumpur lapindo” (lhaa… ini bukan di Surabaya.. pasti geografinya dapet nol nih)

dll..

dsb…

swt….

Read the rest of this entry »

Rasanya bukan cicit kalau nggak telat me-review event. Itu pula alasan mengapa aku baru menulis review konser Rossa ini 1 minggu kemudian *Halllaaaah… ngeles mode ON tuuh* hahaha šŸ˜€

Tiket

[Ceritanyaaaaa…]

Tadi sore, seperti biasa, aku pulang lewat jl. Musi. Pas di perempatan mau nyeberang ke Jl. Biliton, ada kejadian yg bikin aku ndlahom setengah geli…

dsc00192

Ini artinya aku harus ngapain yaaa?? Jalan atau berhenti nih?? Kacau banget deh… hahaha šŸ˜†

Sudah lama aku tidak datang ke choir event. Sebenarnya ada beberapa choir event terselenggara beberapa bulan terakhir ini, tapi aku selalu tidak bisa datang šŸ˜¦ Untunglah kali ini aku bisa datang. Yah, tentu saja aku tidak mau melewatkan performa Gracioso Sonora šŸ˜‰

Read the rest of this entry »

Seperti hendak menebus ‘dosa’ karena berhari-hari telah membuat warga Surabaya jadi ikan asin (saking panasnya), hari ini matahari memutuskan untuk off dulu dan sembunyi di balik mendung.Ā  Well, at least pagi ini sih, nggak tahu lagi nanti siang šŸ˜› Selain mendung, ternyata Senin pagi ini juga diselimuti kabut. Kabut, saudara! Jarang-jarang tuh Surabaya dapat kabut šŸ˜€

image source: http://www.capturethisphotography.com

[The Kabutz]

Kayaknya dua minggu lalu itu benar-benar waktuku untuk berpesta kuliner hehehe.. šŸ˜› Setelah Jumatnya makan bebek leko, Minggu-nya, setelah pelayanan di Gereja Yohanes Pemandi, aku dan teman-teman choir-ku brunch (breakfast + lunch) wader goreng + sambal lalap di Kedai Kincir. Itu adalah sebuah kedai/warung di kawasan Ketintang (atau Injoko, ya ?) , di dekat pintu kereta api yang sering makan korban (karena tidak ada palangnya).

[Kress..kress.. yummy!]

Miss Kadaluarsa adalah sebuah musikal drama komedi yang dipersembahkan oleh Eki Production. Sudah lama sebenarnya aku mendengar bisik-bisik tentang pertunjukan ini, karena di Jakarta pertunjukan ini sudah digelar bulan April lalu (walau aku dengarnya sekitar Juni pas ultah HRFM). Jadi, begitu tahu kalau Miss Kadaluarsa akan tampil di Surabaya tanggal 13 & 14 Agustus 2008, aku langsung antusias untuk nonton.

[Miss Kadaluarsa story]

Sebenarnya konser ini diadakan dua minggu lalu, 15 Juni 2008. Tapi, karena ke(sok)sibukanku, akhirnya baru bisa kutulis sekarang. Karena itu aku tidak mau membuatnya lebih terlambat lagi dengan banyak pembukaan (not working! Hehehe)

Magnificent Baroque adalah tajuk konser ketiga Jubilate Singer. Jujur, tidak banyak yang kuketahui tentang choir ini meski mereka, sepertinya, pelayanan di Katedral juga. Aku kenal, meski tak bisa dikatakan dekat, beberapa anggotanya .Aku juga tahu bahwa konser-konser mereka sebelumnya selalu mengangkat tema musik yang cukup berat. Tapi aku tidak tahu seberapa bagus mereka, apa kelebihan mereka. Jadi, aku datang ke konser itu karena penasaran tepatnya šŸ˜€ Lagipula aku cukup menyenangi musik Barok.

[Kesanku pada konser ini]

Cihuiiii… winginane (31/5) Suroboyo ultah, rek! Nggak nyongko, Suroboyo wis umur 715… wih, wis oyoten šŸ˜€ tp masio wis tuwek, Suroboyo tambah kinclong koyok tembang jadul’e Anggun C Sasmi: Tua-Tua Keladi šŸ˜€ Soko lahir sampe saiki, aku tinggal ning Suroboyo. Yo tau lah mlaku-mlaku nang kutho2 liyane, mosok ngluthek ning Suroboyo thok, lumuten lak an šŸ˜€ Tapi, nek jar-ku yo… Suroboyo iku kutho metropolitan sing paling uapik sak indonesia! Jakarta iku maceeeettt thok ae. Bandung iku .. enak sih, adem.. tp sakluthek ngono thok, wis ngono lalin’e semrawut. Jojga… mambu telek jaran hahahaa šŸ˜€ Sing nggak setuju ojo ngamuk, rek… iku lak mek rumangsaku thok.. dasare aku lak Suroboyo minded (yo nggak salah toh nek ngefans karo kuthone dhewe)

[arep moco terusane ?]